"Saya saja mengantarkan ini sekretariat dan tenaga ahli kan perlu ada mukadimahnya. Ini kami kirim tim supporting system untuk penyelidikan," kata Ketua MKD Surahman Hidayat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2015).
Surahman mendatangi Sekjen seorang diri. Sebelumnya Wakil Ketua MKD Junimart Girsang yang merupakan politikus PDIP sudah lebih dulu menyatakan akan memboikot aksi jemput bola ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini dalam rangka menjalankan tata beracara," ujar politikus PKS ini.
Sekjen sebenarnya dipanggil oleh MKD pada Rabu (16/9) namun tidak hadir dengan alasan tidak ada izin dari pimpinan DPR. Junimart pun tidak terima dan tak mau ikut aksi jemput bola.
"Saya 'no comment'. Yang pasti, saya tidak mau datang besok (17/9) ke Sekjen DPR. Mestinya Sekjen yang kemari (MKD)," kata Wakil Ketua MKD dari PDIP Junimart Girsang di Gedung DPR, Senayan, Rabu (16/9/2015).
Kepada wartawan hari ini, Win mengatakan bahwa dia harus izin dulu ke pimpinan DPR untuk memenuhi panggilan MKD. "Sebaiknya memang begitu (ada izin pimpinan DPR)," kata Win usai pelantikan jajaran Kesekjenan yang baru di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2015).
Β
Menurut dia, sesuai undang-undang maka sekretariat jenderal bertanggung jawab pada pimpinan DPR. Memang di undang-undang tersebut tak ada pasal yang mengharuskan sekjen izin ke ketua DPR untuk memenuhi panggilan MKD.
Sementara, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menegaskan bahwa tidak ada niat pimpinan menghalangi pengusutan.
"Tidak ada maksud pimpinan menghalang-halangi proses ya. Ini hanya hal teknis. Tinggal antar institusi secara internal saja," Kata Taufik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2015).
(imk/tor)











































