Sebagai catatan, konsumen ojek online rata-rata adalah orang kantoran, kelas menengah atas yang tentunya memiliki sikap kritis yang tinggi. Mereka adalah orang-orang cerewet yang akan cepat mengungkapkan keluh kesahnya. Lewat media atau juga media sosial.
Karena itu, para penyedia jasa ojek online mesti pandai menjaga konsumennya. Para driver juga mesti dijaga tingkah lakunya. Begitu ada kesalahan, akan ramai dibincangkan.
Pastinya, bagi konsumen adanya rupa-rupa ojek online ini akan berimbas positif. Konsumen akan mendapat layanan yang terbaik. Ada pilihan-pilihan tersedia. Sekarang tinggal Go-Jek, Grabbike, atau Blu-Jek yang memberikan layanan terbaik. Dan bagi konsumen tinggal memilih, mana yang memberi keuntungan lebih.
Ayo mau pilih mana? (dra/dra)











































