Polri Selidiki Pemegang Saham 27 Perusahaan yang Terkait Kebakaran Hutan

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kamis, 17 Sep 2015 13:38 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Polisi saat ini sedang menyelidiki 27 perusahaan yang diduga berkaitan dengan peristiwa kebakaran hutan. Penyelidikan termasuk apakah pemegang saham perusahaan itu berasal dari luar Indonesia.

"Ini yang masih mau diselidiki, kita lakukan penelitian, apa pemegang saham (di perusahaan) ada asing atau tidak," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2015).

Dari nama-nama perusahaan yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan, polisi menyelidiki siapa direksi, komisaris, hingga pemegang sahamnya. Badrodin tidak mau buru-buru menyatakan ada perusahaan asing dari negara tertentu yang terlibat.

"Kita harus teliti dulu, jangan mengatakan itu perusahaan asing," ucapnya.

Dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Rabu (16/9), Badrodin menyebut bahwa ada tersangka yang merupakan direktur operasional perusahaan. Apakah pemilik perusahaan atau pemilik lahan juga akan dijerat?

"Sudah ada aturannya, kita mau kenakan UU Lingkungan Hidup, kenakan UU Kehutanan atau perkebunan, itu kan bisa. Oleh karena itu, pemiliknya kalau itu memang terlibat langsung bisa saja, tapi ya apa itu instruksi dari situ? Harus ada fakta-fakta hukum menguatkan itu," paparnya.

Dia mengungkapkan bahwa sanksi pencabutan izin usaha merupakan kewenangan Kemenhut. Wewenang polisi adalah memberikan sanksi pidana.

"Ada yang 10 tahun (pidana), ada yang minimal 3 tahun," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menyebut pihaknya baru menerima indikasi dari timnya. Siti tidak mau bicara banyak soal profil perusahaan tersebut sebelum hasil penyelidikan mendalam dari polisi.

"Baru dapat indikasi laporan dari tim lapangan," kata Siti Nurbaya di Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Saat ini, ada 7 korporasi yang sudah ada penetapan tersangka. Tujuh perusahaan yang tersebut adalah:

1. PT PMH di OKI Sumsel, tersangka JLT
2. PT RPP di Sumsel, tersangka P
3. PT RPS di Sumsel, tersangka S
4. PT LIH di Riau, tersangka FK
5. PT GAP di Sampit Kalteng, tersangka S
6. PT MBA di Kapuas, tersangka GRN
7. PT ASP, di Kalteng, tersangka WD

Ada pula 20 korporasi yang saat sedang dilakukan penyelidikan. 20 korporasi itu adalah:

1. PT WAJ
2. PT KY
3. PT PSN
4. PT RHN
5 PT PH
6. PT QS
7 PT REB
8. PT MHP
9. PT PN
10. PT TJ
11. PT AAN
12. PT MHP
13. PT MHP (berbeda tempatnya)
14. PT SAP
15. PT WMAI
16 PT TPR
17. PT SPM
18. PT GAL
19. PT SBN
20. PT MSA (imk/jor)