Foto di bawah ini merupakan kondisi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (17/9/2015). Foto diambil kontributor pasangmata.com, Dwi Asmoro Hadi, di Jl Raya Salam Banjarbaru. "Sudah semingguan ini seperti ini. Asapnya kian pekat," kata Dwi saat dihubungi detikcom.
![]() |
Berikutnya adalah foto kondisi di Palembang, Sumatera Selatan. Foto ini dikirim Kiem ke pasangmata.com.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Selanjutnya kondisi lalu lintas di Sungai Raya, Kalimantan Barat. Jarak pandang tampak terbatas. Lia Setiawan menjepretnya untuk pasangmata.com.
![]() |
Nah, kalau foto di bawah ini merupakan kondisi di Jambi. Vicki Vandrea Darmawan mengirimkan foto aktivitas sekolah di tengah kabut asap.
![]() |
Berbagai langkah sudah ditempuh. Rapat koordinasi lintas provinsi digelar di Jakarta. Presiden Jokowi sempat blusukan ke 'jantung' asap di Sumatera Selatan.
TNI juga turun gunung. Dari barak, mereka dikerahkan ke hutan dan lahan terbakar di Sumsel dan Riau. Upaya warga juga tak sedikit. Ada yang menjadi relawan. Ada yang menggelar salat istisqa dan berharap hujan memadamkan api penyebab asap. Namun semua itu seolah belum cukup menjinakkan bara di Sumatera dan Kalimantan.
Sejauh ini hanya Riau yang menetapkan Darurat Asap. Sementara Sumsel, Jambi, Kalbar, dan provinsi lain enggan karena menilai situasi masih normal dan akan mengusir asap dengan usaha sendiri. Padahal asap sudah merepotkan warga. Ribuan warga terkena ISPA (Infeksi Saluran Provinsi Akut).
Warga harus bagaimana? Ke mana harus mengadu?
(try/nrl)















































