Bor Bawah Tanah MRT Akan Dioperasikan, Ini Pengalihan Arusnya

Bor Bawah Tanah MRT Akan Dioperasikan, Ini Pengalihan Arusnya

Septiana Ledysia - detikNews
Kamis, 17 Sep 2015 10:05 WIB
Bor Bawah Tanah MRT Akan Dioperasikan, Ini Pengalihan Arusnya
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Sebagai bentuk nyata progres pembangunan proyek MRT, khususnya untuk pekerjaan konstruksi bawah tanah, kini mesin bor bawah tanah MRT atau Tunnel Boring Machine (TBM) siap untuk dioperasikan pertama kalinya dalam proyek MRT Jakarta. Untuk itu, akan ada pengalihan arus yang diberlakukan saat proses itu berlangsung.

Dari siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (17/9/2015), peresmian Mesin Bor Bawah Tanah MRT akan dilakukan di wilayah proyek MRT Patung Pemuda Senayan pada Senin (21/9/2015). Sebagai antisipasi dan konsekuensi dari akan dilangsungkannya acara tersebut, akan diterapkan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di sekitar wilayah Patung Pemuda Senayan.

Adapun rencana MRLL tersebut akan mulai diberlakukan bertepatan dengan dioperasikannya bor tersebut yaitu Senin 21 September 2015 pada pagi hingga siang hari. Bentuk MRLL yang diberlakukan pada wiayah tersebut adalah pengalihan jalur pada Jl. Sisingamangaraja, Jl. Jenderal Sudirman, dan Jl. Pattimura menuju ke arah Bundaran Patung Pemuda Senayan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu akan ada pengaturan lampu lalu lintas dan penutupan jalur Transjakarta pada sisi selatan Halte Senayan. Selain itu, akan melakukan pekerjaan penggalian serta konstruksi terowongan bawah tanah ke arah utara menuju titik Setiabudi.

Untuk itu, manajemen PT MRT Jakarta mengimbau masyarakat dan khususnya pengguna lalu lintas untuk menghindari wilayah tersebut dan agar menggunakan jalur-jalur alternatif yang memungkinkan. PT MRT Jakarta mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati–hati ketika berlalu lintas dan mematuhi rambu-rambu serta arahan dari petugas di lapangan.

Sebagai informasi, mesin TBM tersebut akan dioperasikan oleh kontraktor CP 104 yaitu SOWJ Joint Venture yang terdiri dari Shimizu, Obayashi, Wijaya Karya, dan Jaya Konstruksi. TBM yang akan dioperasikan nantinya memiliki dimensi dengan diameter ±6,7 meter dan memiliki berat  ±323 ton. Diperkirakan masa pengerjaan konstruksi jalaur terowongan bawah tanah MRT dengan menggunakan mesin TBM akan berlangsung mulai September 2015 hingga Desember 2016. (spt/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads