"Sejak musim kebakaran lahan di Riau, kan di Pekanbaru tidak pernah ada titik api. Kalaupun adaΒ asap, itu justru dari luar," kata Kabag Humas Pemkot Pekanbaru, Alex Kurniawan saat dihubungi detikcom, pada Rabu (16/9/2015), terkait keberangkatan Firdaus MT ke Cina.
Dalam masalah kebakaran lahan, lanjut Alex, kondisi Pekanbaru tidak sama dengan kabupaten dan kota lainnya yang harus memadamkan kebakaran lahan. Ini salah satu alasan, mengapa Wali Kota Pekanbaru tetap memenuhi undangan BKPM Pusat untuk ikut ke Tiongkok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lagi pula, kata Alex kepergian Firdaus MT ke Tiongkok membawa misi untuk mempromosikan peluang investasi pengusaha Tiongkok. "Rencana keberangkatan ke Tiongkok jauh sebelum ada darurat asap di Riau. Jadi hal itu tidak bisa dibatalkan lagi," tegas Alex.
Soal warga Pekanbaru saat ini terpapar asap, menurut Alex, hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk membatalkan kunjungan kerja tersebut.
"Pemkot Pekanbaru jauh hari sudah mengeluarkan maklumat, salah satu isinya, warga korban asap digratiskan berobat di Puskesmas. Dan selama berada di Tiongkok, urusan pemerintahan diambilalih Wakil Wali Kota," kata Alex.
Keberangkatan Walkot Pekanbaru pun menuai kritik dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. Menurut Ketua Harian LAM Riau, Al Azhar, keberangkatan Walkot ke Cina menunjukkan kurang pekanya seorang pemimpin terhadap penderitaan warga dari dampak asap.
Menurut Al Azhar, boleh saja saat darurat asap ini, Walkota tinggalkan Pekanbaru. Namun alasannya, untuk mencari solusi keluar dari bahaya kabut asap.
"Tapi kalau pergi karena alasan lain, ini sangat keterlaluan. Riau saat ini kena petaka kabut asap. Ini pemimpinnya pergi enak-enakan. Ini sudah melukai hati kita semua," tegas Al Azhar (cha/jor)











































