"Rasa dagingnya bisa menjadi kecut dan alot," kata Hanung d isela-sela acara pelatihan penyembelihan hewan secara syar'i dan penanganan daging kurban yang higienis di Auditorium Fakultas Peternakan, UGM Yogyakarta, Rabu (16/9/2015).
Menurut Hanung, hewan kurban lebih baik diistirahatkan terlebih dulu. Caranya hewan ternak harus dipuasakan selama 12 jam agar tidak beringas saat akan disembelih dan penanganan lebih mudah. "Dengan mempuasakan akan mengurangi isi rumen (perut)," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cara mengecek bila sudah mati, cukup melihat refleks mata, refleks ekor dan refleks kuku. Apakah masih berkedip atau tidak atau reflesk ekor bergeser atau tidak saat dipegang," katanya.
Sementara itu Dekan Fakultas Peternakan Prof Dr Ir Ali Agus mengatakan proses perawatan dan penyembelihan ternak tidak boleh sembarangan. Penyembelihan hewan kurban menurutnya harus sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntunan syariat islam.
Menurutnya tidak sedikit proses penyembelihan hewan yang kurang memperhatikan kesejahteraan hewan. Dia sering menemukan di lapangan banyak hewan yang tidak diperlakukan dengan baik dan saat penyembelihan, darah hewan tercecer di mana-mana.
"Kadang ada orang yang mau menyembelih hewan hanya asal berani. Kita semua mengantisipasi agar hewan yang disembelih harus halal dan sehat," katanya.
(bgs/jor)











































