Tolak Kenaikan BBM, HMI MPO Yogya Usung Pocongan

Tolak Kenaikan BBM, HMI MPO Yogya Usung Pocongan

- detikNews
Senin, 28 Feb 2005 15:13 WIB
Yogyakarta - Aksi demo menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga terjadi di kota Yogyakarta. Massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Yogyakarta bersama Liga Mahasiswa Muslim Yogyakarta (LMMY) mengusung pocongan dalam aksinya. Aksi mereka digelar Senin (28/2/2005). Aksi yang diawali dari halaman gedung DPRD DIY di Jl. Malioboro itu dimulai pukul 13.00 WIB. Di halaman gedung dewan itu, setelah berkumpul, massa kemudian menggelar orasi disertai pembakaran sebuah ban bekas.Selain membawa bendera panji HMI, massa juga membopong sebuah pocongan putih yang dibawa seorang mahasiswa. Di depan pocongan itu terpampang tulisan "korban kenaikan BBM." Sedangkan poster yang dibawa, antara lain bertuliskan "BBM naik rakyat tercekik, tolak kenaikan BBM, SBY mana janjimu?"Setelah berorasi selama 15 menit, mereka kemudian long march menuju perempatan Kantor Pos Besar di Jl. Senopati melewati Jl Malioboro dan Ahmad Yani. Di perempatan Kantor Pos Besar, mereka kembali menggelar orasi dan membagikan beberapa selebaran yang berisi seruan menolak rencana kenaikan BBM dan seruan penangkapan terhadap penimbun BBM dan sembako.Koordinator aksi Panji Hariyanto dalam orasinya menyatakan, rakyat wajib menolak rencana kenaikan harga BBM. Apabila pemerintah mencabut subsidi BBM, maka rakyat akan mencabut kepercayaan pada pemerintah dan akan menurunkan pemerintahan SBY-JK.Pemerintah telah bersikap tuli, tidak peduli dan tidak mau mendengarkan beban penderitaan yang ditanggung rakyat saat ini. Rencana pemerintahan SBY untuk menaikkan harga BBM pada bulan Maret atau April mendatang menunjukkan bahwa pemerintah bersikap masa bodoh. "Itu juga sekaligus sebagai bukti bahwa pemerintah saat ini sama saja dengan pemerintah-pemerintah sebelumnya," kata Panji.Panji menegaskan, bila pemerintah beralasan mencabut subsidi BBM karena subsidi BBM selama ini tidak tepat sasaran dan sangat membebani APBN adalah bohong besar. Apalagi kemudian beralasan subsidi akan digantikan dengan menaikkan dana kompensasi bagi pendidikan dan kesehatan. "Naiknya BBM justru akan semakin membebani rakyat karena selalu diikuti dengan kenaikan harga-harga kebutuhan lainnya," tegas Panji.Menurut dia, kenaikan harga BBM bukanlah satu-satunya cara. Beban berat APBN bukan karena subsidi BBM tapi karena besarnya pembayaran angsuran dan bunga utang luar negeri tiap tahunnya. Seharusnya pemerintah mengubah ketimpangan sistem perekonomian yang hanya berpihak pada konglomerat hitam dan cukong. "Solusinya bukan mengurangi subsidi, tapi hapuskan praktek KKN. Bukan memberantas koruptor kelas teri tapi kelas kakap dan menyita aset/harta kekayaan mereka untuk membayar hutang," kata dia. Saat berlangsung aksi menolak kenaikan BBM, kantor Pertamina Uni IV Jateng/DIY yang berada di Jl Mangkubumi tampak dijaga ketat oleh satpam dan anggota kepolisian baik berseragam maupun berpakaian preman. Sebab sejak pagi hingga siang beredar kabar beberapa beberapa elemen mahasiswa berencana menyegel dan menggelar aksi di depan kantor tersebut. Namun hingga aksi usai pukul 14.00 WIB, belum ada yang menggelar aksi di depan kantor Pertamina. (asy/)


Berita Terkait