Polisi Sita 2 Pucuk Pistol dari Komplotan Perampok Truk Sampah

Polisi Sita 2 Pucuk Pistol dari Komplotan Perampok Truk Sampah

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 16 Sep 2015 17:46 WIB
Polisi Sita 2 Pucuk Pistol dari Komplotan Perampok Truk Sampah
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Komplotan perampokan truk sampah milik Dinas Kebersihan DKI Jakarta, ditangkap tim Opsnal Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Dari tiga pelaku yang berhasil ditangkap, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya 2 pucuk pistol.

"Tiga tersangka saat ini sudah ditahan dan masih dalam pengembangan untuk mencari pelaku lainnya, termasuk mengembangkan kepemilikan senjata apinya dari mana," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Tiga pelaku yang ditangkap yakni Deni Umbara (35), Irwandani alias Dani (42) dan Ata Syahputra alias Kkubil (35). Ketiganya ditangkap di kawasan Bogor dan Serang, Banten, pada Selasa (15/9) kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada 2 senjata api revolver rakitan yang disita, kemudian ada borgol, celurit, golok yang digunakan untuk melumpuhkan korban," katanya.

Sementara itu, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso mengatakan, para tersangka merupakan kawasan spesialis pembajakan truk.

"Mereka mengaku sudah 2 kali melakukan tindak pidana pencurian disertai kekerasan dengan sasarannya truk," kata Eko.

Ia katakan, para pelaku dapat tertangkap setelah pihaknya melakukan pengembangan terhadap komplotan sebelumnya yang sudah tertangkap.

Terpisah, Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen mengatakan, para pelaku melakukan pencurian 1 unit dum truck benopol B 9233 TOQ milik Dinas Kebersihan DKI, pada tanggal 13 November 2014 lalu di Bantargebang, Bekasi.
 
Komplotan juga merampas truk berisi muatan pakan ternak seberat 8 ton di Tol Jagorawi, pada tanggal 22 Juli 2014 dini hari lalu.

"Ada 2 pelaku lagi yang masih kami kejar," imbuhnya.

Modus operandi yang dilakukan komplotan ini dengan menghampiri truk yang sedang diparkir, kemudian korbannya atau sopir truk diseret keluar. Korban kemudian dimasukkan ke dalam mobil lain.

"Korban diikat kaki dan tangannya, kemudian selanjutnya dibuang di pinggir jalan di tempat yang sepi. Mereka kerap menodongkan pistol kepada korban," tutupnya. (mei/hri)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini