Bocah 5 Tahun di Semarang yang Kecanduan Rokok Menderita Bronkitis

Bocah 5 Tahun di Semarang yang Kecanduan Rokok Menderita Bronkitis

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 16 Sep 2015 16:11 WIB
Bocah 5 Tahun di Semarang yang Kecanduan Rokok Menderita Bronkitis
Foto: Angling Adhitya P
Semarang - Semenjak terbiasa merokok lebih dari setahun lalu, KA, bocah lima tahun yang tinggal di Gayamsari, Semarang ternyata menderita Bronkitis. Bahkan terkadang ketika usai merokok, KA seperti pingsan beberapa saat.

Ibu KA, Sri (35) mengatakan sudah lama penyakit itu diperiksakan ke rumah sakit bahkan sudah kontrol rutin ke dokter. Dari hasil rontgen, diketahui ternyata KA menderita bronkitis.

"Sudah diperiksain ke dokter. Dokternya juga sudah tahu kalau anak saya ngerokok," kata Sri di rumahnya, Rabu (16/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak keluarga berusaha mengobati dan juga berusaha agar KA berhenti merokok. Namun ternyata kebiasaan merokok tersebut susah dihilangkan dan pengobatan pun mengalami kendala.

Baca: Miris! Bocah 5 Tahun asal Semarang ini 'Ketularan' Ibunya Kecanduan Rokok

Lurah Pandean Lamper, Sri Indrayati mengatakan pihaknya memastikan keluarga Sri sudah tercatat sebagai warga miskin sehingga bisa mendapatkan bantuan untuk berobat. Pihak kelurahan juga akan membantu jika Sri kesulitan dalam pengobatan KA.

"Ibu ini dan anak-anaknya sudah masuk warga miskin. Kalau mau berobat silakan, kami siap antarkan," tandas Sri.

Ketika merokok, KA terkadang pingsan. Mendadak ia lemas dan menyandarkan kepalanya ke lantai sekitar 1 menit. Kemudian ia terbangun dan kembali merokok atau berlarian.

Diberitakan sebelumnya, warga Pandean Lamper mengadu ke kelurahan karena kerap melihat anak kecil merokok di emperan ruko traffic light Jalan Gajah Raya. Pihak kelurahan saat ini sedang menyurati BP3AKB provinsi Jateng untuk meminta petunjuk penanganan.

"Kami layangkan surat ke BP3AKB agar kami tahu langkah apa yang harus kami perbuat dan apakah dari pemerintah ada perhatian atau gimana," kata Sri.

Sementara itu dari pihak keluarga semakin memperketat pengawasan agar KA tidak lagi curi-curi kesempatan untuk merokok. Lurah juga mendesak SL agar berhenti merokok sehingga ditiru anaknya.

"Ibunya ini juga harus berhenti merokok. Saya tahu tidak bisa langsung berhenti, tapi diusahakan, ganti rokok jadi permen saja. Kami juga berharap ke tetangga kanan kiri agar anak ini tidak ditanggap, tidak dikasih rokok. Kami akan buat surat kepada warga kalau melihat kebiasaan merokok yang dilakukan anak-anak agar  dibuang rokoknya," tegas Sri. (alg/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini