Namun ancaman itu ditanggapi santai oleh Agung dan kubu Ical. Kedua kubu tetap pada pendirian menunggu penyelesaian kisruh Golkar di jalur hukum.
"Ya nanti tunggu inkrah saja, setelah inkrah itu jadi keputusan Mahkamah Agung, yang ditetapkan siapa ya kami yang melaksanakan kepengurusan. Nanti digabung saja kan sudah ada rekomendasi untuk membuka pintu bagi kubu seberang, jadi tidak ada yang sulit," kata Agung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau amanat Mahkamah Partai kan Oktober 2016, itu amanatnya," kata Agung.
Pandangan senada disampaikan kubu Ical. Bendahara Umum Golkar hasil Munas Bali Bambang Soesatyo menuturkan pihaknya tak akan terpengaruh dorongan Munaslub bulan depan.
"Jangan-jangan manuver itu dilakukan karena mereka sudah yakin mereka bakal kalah. Jadi saya mengimbau kepada kawan-kawan untuk menahan diri jangan terlampau bernafsu menuruti syahwat politik karena sebentar lagi urusan hukumnya kelar paling lambat Oktober atau November, itulah baru kita punya pijakan dasar hukum siapa penyelenggara munasnya," pungkasnya. (van/nrl)











































