Dipanggil Mendagri, Alex Noerdin Bersikeras Sumsel Belum Darurat Asap

Dipanggil Mendagri, Alex Noerdin Bersikeras Sumsel Belum Darurat Asap

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Rabu, 16 Sep 2015 14:38 WIB
Dipanggil Mendagri, Alex Noerdin Bersikeras Sumsel Belum Darurat Asap
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin percaya diri dengan menyebut bahwa wilayahnya belum masuk ke ranah darurat asap. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku telah memanggil Alex Noerdin.

"Hari ini saya sudah memanggil Gubernur Sumsel. Memang dia menyatakan wilayahnya belum masuk ke darurat," ucap Tjahjo di acara Rakornas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial 2015 di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2015).

Tjahjo mengatakan bahwa Alex saat itu menjelaskan pada dirinya bahwa di daerahnya tidak ada pembakaran. Alex menyebut bahwa asap yang berada di wilayahnya berasal dari Riau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada pembakaran tetapi tanah gambut yang terbakar di Riau itu asapnya masuk," kata Tjahjo mengutip penjelasan Alex.

Namun Tjahjo menekankan perintah Presiden Jokowi untuk mem-blacklist perusahaan yang terbukti sengaja melakukan pembakaran hutan. Selain itu, Tjahjo menyebut harus ada inventarisasi perusahaan-perusahaan apakah memiliki alat pemadam kebakaran dan kebutuhan air untuk memadamkan api atau tidak.

"Perusahaan-perusahaan harus menginventarisasi apa punya pemadam kebakaran dan juga tempat air di kebun. Kebakaran ini kan faktornya macam-macam, ada faktor kesengajaan dan faktor alam. Yang faktor alam itu kan kayak di Kalimantan itu, mataharinya terik jadi membakar hutan, tapi yang terpenting kalau kebakaran ini disebabkan oleh perorangan akan diberi sanksi," ucapnya.

Bila Alex menyebut tidak ada pembakaran di wilayahnya, BMKG malah merilis bahwa banyak titik api di Provinsi Sumsel. Data BMKG yang dikeluarkan Rabu (16/9/2015) dengan pantauan satelit Terra/Aqua pukul 05.00 WIB, terdapat 419 sebaran hotspot.

Sebaran hotspot yang berpotensi sebagai titik kebakaran lahan, paling banyak berada di Sumsel dengan jumlah 335 hotspot. Sebaran hotspot sebanyak 70 selanjutnya masing-masing ada di Jambi dan Lampung. Sedangkan Riau hanya tersisa 5 sebaran hotspot.

Dari jumlah 419 sebaran hotspot tersebut, diperkirakan 70 persen merupakan titik api alias lahan terbakar.

"Hari ini jarak pandang di Pekanbaru bisa tembus 1,2 km, sedangkan Palembang 700 meter, Jambi 900 meter. Itu data dari BMKG yang kita terima," kata Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger. (yds/dhn)


Berita Terkait