"Hehe...yang begituan dipercaya. Nurdin tidak akan ngomong begitu (dukung Munaslub). Menurut saya itu hanya manuver saja karena kita semua sepakat menunggu hasil inkrah karena kalau tidak inkrah apa dasarnya. Kalau Munas yang menyelenggarakan DPP yang mana?" kata Bambang kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2015).
Menurut Bambang Munaslub asal-asalan itu tidak akan benar-benar digelar. Baginya itu hanyalah manuver politik Yorrys.
"Yang kedua kalau asal-asalan begitu siapa yang mau bandar, kan nggak. Kan kita nggak mau mencari cukong bukan dari penyelenggara munas," katanya.
Bambang menyarankan Yorrys cs menunggu keputusan pengadilan sampai inkrah. Tidak melakukan manuver politik yang memecah belah Golkar jadi 3 kubu.
"Jangan-jangan manuver itu dilakukan karena mereka sudah yakin mereka bakal kalah. Jadi saya mengimbau kepada kawan-kawan untuk menahan diri jangan terlampau bernafsu menuruti sahwat politik karena sebentar lagi urusan hukumnya kelar paling lambat Oktober atau November itulah baru kita punya pijakan dasar hukum siapa penyelenggara munasnya," ingatnya.
(van/try)











































