Luhut: Masalah Laut China Selatan Harus Segera Diselesaikan

Luhut: Masalah Laut China Selatan Harus Segera Diselesaikan

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Rabu, 16 Sep 2015 09:57 WIB
Luhut: Masalah Laut China Selatan Harus Segera Diselesaikan
Foto: Yudhistira Amran Saleh
Jakarta - Hari ini International Maritime Security Symposium (IMSS) 2015 yang memasuki tahun kedua, kembali digelar. Acara yang digelar setiap dua tahun sekali ini diikuti oleh 42 negara di dunia.

Pada tahun ini, IMSS mengambil tema 'Membangun Kepercayaan dan Kerjasama di Bidang Maritim Guna Mencapai Perdamaian dan Kemakmuran Bersama'. Dalam sambutannya, Menko Polhukam Luhut Panjaitan mengatakan bahwa pemerintah Indonesia saat ini fokus mengamankan wilayah maritimnya.

"Saya katakan pada anda semua, saat ini Indonesia sedang memberantas illegal fishing, mengamankan wilayah maritimnya. Karena selama ini sumber daya di wilayah laut kita sering terjadi pencurian. Maka harus diamankan," ujar Luhut di Grand Ballroom Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Laut China Selatan salah satu contoh untuk menjaga keamanan regional di kawasan. Laut China Selatan ini merupakan jalur laut yang sangat vital. Oleh karena itu Laut China Selatan ini harus diselesaikan dengan cara-cara diplomasi. Dan saya yakin konferensi ini bisa menyamakan persepsi antara Navy Indonesia dengan Navy anda semua demi keadilan maritim bersama," lanjutnya.

Sebelumnya dalam sambutan KSAL Laksamana Ade Supandi mengatakan bahwa konferensi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai keamanan maritim dunia.

"Konferensi ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menyamakan persepsi kita bersama mengenai keamanan maritim kita, maritim dunia," ucap Laksamana Ade Supandi.

"Diharapkan setelah konferensi ini, kita juga bisa meningkatkan kerjasama kemaritiman di antara negara-negara peserta," tuturnya.

Sebanyak 7 negara mengirimkan perwira Angkatan Lautnya seperti Belanda yang dipimpin oleh LT Gen (RNMC) Rob Verkerk, Malaysia dipimpin oleh ADM Tan Sri Abdul Aziz bin Hj Jaafar, Filipina dipimpin oleh RADM Ronald Joseph S Mercado. Kemudian Timor Leste dipimpin oleh CDR Higino Das Neves, Portugal dipimpin ADM Luis Manuel Fourneaux Marceieira Fragoso dan Singapura dipimpin RADM Jackson Chia. (yds/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini