Biar Jera, Ini Usul Kapolri Bagi Perusahaan yang Terlibat Kebakaran Hutan

Mega Putra Ratya - detikNews
Rabu, 16 Sep 2015 03:55 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengusulkan memasukan ke daftar hitam atau blacklist kepada perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di Indonesia. Belajar dari pengalaman, vonis terhadap pidana korporasi di kasus ini terbilang ringan.

"Kalau hanya dihukum percobaan, mungkin 1 tahun ya sama saja enggak jera. Tapi kalau di-blacklist, artinya kalau dia mengajukan izin di bidang yang sama jangan dikasih," kata Badrodin di Halim Perdana Kesuma, Rabu (16/9/2015).

Terhitung hingga Selasa (15/9/2015), Polri menetapkan 127 tersangka dalam kasus kebakaran hutan. Selain individu, Polri juga membidik 10 perusahaan yang diduga terlibat pembakaran atau pembiaran kebakaran hutan dan lahan.

10 Perusahaan itu adalah PMH, RPP, RBS, LIH, MBA, GAP, ASP, KAL, RJP dan SKM. "(Ada) perusahaan asing tapi bisa saja pemagang sahamnya orang Indonesia," kata Badrodin.

Catatan detikcom, Pengadilan Negeri Pelalawan, Riau, di tahun 2013 pernah menjatuhkan vonis terhadap dua WN Malaysia terkait kebakaran hutan, DS dan TKY. Keduanya adalah pejabat dari PT AP. Penyidik Polda Riau dan Bareskrim saat itu menjerat para tersangka dengan pidana korporasi.

DS divonis penjara 1 tahun dan denda Rp 2 miliar, subsidair 2 bulan. Keduanya terbukti melanggar pasal 99 ayat 1 jo. Pasal 116 UU 32/2009 (dakwaan subsidair). Sementara TKY divonis pidana denda Rp 1 milyar dan bila tidak memenuhi dapat diganti dengan pidana penjara selama 5 bulan. Selain pidana denda, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan perbaikan lingkungan senilai Rp 15,140.826.779. (mpr/ahy)