Bantu Atasi Kebakaran Hutan, Satgas Marinir Berhasil Gagalkan Aksi Illegal Logging

Bantu Atasi Kebakaran Hutan, Satgas Marinir Berhasil Gagalkan Aksi Illegal Logging

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 16 Sep 2015 00:47 WIB
Bantu Atasi Kebakaran Hutan, Satgas Marinir Berhasil Gagalkan Aksi Illegal Logging
Foto: Elza Astari
Jakarta - Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Itulah peribahasa yang dapat menggambarkan keberhasilan satgas kebakaran hutan Marinir yang sekaligus mampu menggagalkan aksi illegal logging.

Tergabung dalam Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB), Satuan Tugas Marinir (Satgasmar) menyusuri lahan dan hutan di pesisir Sumatera Selatan. Saat berjibaku mengatasi kebakaran lahan dan hutan di daerah Musi Banyuasin, pasukan baret ungu ini mendapati kegiatan illegal logging.

Satgasmar TNI AL PRCPB Karlahut yang dipimpin oleh Letkol Mar Totok Nurcahyanto berhasil mengagalkan aksi pembalakan liar itu sehari setelah diberangkatkan bersama pasukan PRCPB lainnya dari Jakarta. Saat itu pasukan sedang berusaha menanggulangi bencana kebakaran lahan dan hutan di kawasan Nasional Sembilang, Musi Banyu Asin, Sumsel, Sabtu (12/09).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berawal dari informasi masyarakat tentang adanya kegiatan illegal logging di kawasan tersebut kemudian Dansatgas menerjunkan 7 personel yang dibagi menjadi 2 kelompok. Satu dipimpin Kapten Mar Aris Unu dan satunya dipimpin Sertu Mar Sunoko," ujar Kadispen Korps Marinir Letkol Mar Suwandi dalam keterangan yang diterima detikcom. Selasa (14/9/2015).

Dua kelompok tersebut lalu melakukan patroli dan penyelidikan di kawasan Taman Nasional yang berada di daerah pesisir Provinsi Sumsel itu. Sekitar pukul 12.30 WIB, regu Sertu Sunoko memergoki 2 orang mengendarai motor sedang mengangkut kayu olahan hasil illegal logging.

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Pancoran, Desa Muara Medak, Bayung Lencir. Aksinya kepergok di siang bolong, 2 pelaku itu melarikan diri dan prajurit TNI melakukan pengejaran. Sayang, mereka berhasil kabur namun meninggalkan sepeda motor dan kayu yang dibawanya.

Mendapat laporan itu, Dansatgasmar lantas memerintahkan 35 personelnya menuju TKP dan untuk mengamankan barang bukti. Dalam perjalanan ke TKP, Satgas kembali memergoki beberapa orang yang diduga pelaku illegal logging sekitar 16.00 WIB.

Para pelaku ini langsung kabur ke arah Taman Nasional begitu melihat banyak prajurit TNI yang mendatangi TKP. Anggota satgas pun lalu melakukan pengejaran namun karena hari mulai gelap, pengejaran dihentikan sementara.

"Satgas berhasil menggagalkan aksi illegal logging dan berhasil mengamankan kurang lebih 50 kubik kayu olahan jenis punak beserta 7 unit sepeda motor sebagai barang bukti dan gubuk-gubuk yang digunakan oleh para pelaku," jelas Letkol Suwandi.

Satgas yang berhasil menggagalkan aksi tersebut merupakan salah satu pasukan yang pertama dikirim Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk mengatasi kebakaran lahan dan hutan. Mereka diberangkatkan langsung oleh Gatot pada Jumat (11/9) lalu dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Gatot mengirimkan 1.059 prajuritnya untuk membantu pemerintah mengatasi kebakaran lahan dan hutan yang kian parah dan menyebabkan kabut asap berkepanjangan di Sumatera dan Kalimantan. Rombongan kedua hari ini diberangkatkan oleh Panglima TNI. Mereka bertugas memadamkan api dan baru akan selesai jika kabut asap telah hilang.

Aksi illegal logging ini cukup memprihatinkan. Di saat pihak-pihak dari berbagai elemen tengah berjibaku menghentikan kebakaran hutan, oknum-oknum tidak bertanggung jawab ini justru melakukan kegiatan yang merugikan.

(elz/khf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads