Pertemuan tertutup kedua pejabat itu berlangsung di ruang kerja Kapolda Papua untuk membahas terkait penyelamatan kedua sandera tersebut.
"Sudah enam hari, dua warga negara republik Indonesia yang di sandera oleh kelompok sipil bersenjata pimpinan Jefri Pagawak, hingga saat ini belum diketahui lokasinya," kata Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpuw kepada wartawan usai melakukan pertemuan, Selasa (15/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konsul PNG kami undang untuk konsultasi terkait dengan perkembangan informasi yang ada di PNG, karena beliau sudah mendapatkan update terkait penyanderaan itu dari pihak Army PNG di Vanimo," katanya.
Bahkan, saat ini semua pihak masih menunggu upaya pihak Army PNG yang melakukan negosiasi dengan kelompok Jefri Pagawak.
"Pihak Army PNG sendiri menurut Konsulat PNG, sudah mempersiapkan kekuatan yang cukup besar didatangkan dari Fort Moresby untuk membantu pihak Army PNG yang ada di Vanimo," kata Kapolda Papua.
Selain upaya dari pihak Army PNG, sebelumnya Polda Papua telah mengutus tiga orang tokoh adat untuk bertemu pimpinan KSB, Jefri Pagawak di Bewani, PNG untuk melakukan negosiasi agar kedua WNI yang disandera itu dibebaskan.
Kedua warga Negara Indonesia yang disendera kelompok kriminal tersebut adalah Sudirman (28) dan Badar (30)keduanya adalah operator penebangan kayu. (ahy/ahy)










































