Forum Solidaritas Umat Islam Tuntut Pembebasan Ba'asyir

Forum Solidaritas Umat Islam Tuntut Pembebasan Ba'asyir

- detikNews
Senin, 28 Feb 2005 13:52 WIB
Jakarta - Sebanyak 50 orang dari Forum Solidaritas Umat Islam untuk Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir mendesak Mahkamah Agung (MA) dan Pengadilan Negeri (PN) Jaksel untuk membebaskan Ba'asyir dari tudingan tindak pidana terorisme.Mereka menilai tuduhan Ba'asyir melakukan tindak pidana terorisme terkesan dipaksakan demi memuaskan kepentingan politik rezim teroris Amerika Serikat dan sekutunya."Kami menuntut kepada Majelis Hakim untuk berani membebasmurnikan uztad Abu Bakar Ba'asyir dari segala dakwaan dan hukuman demi keadilan, kemanusiaan dan hukum," kata Jamal, salah satu anggota Forum Solidaritas Umat Islam, yang melakukan orasi di depan Gedung MA, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin, (28/2/2005).Sebelum menjalankan aksi demo di Gedung MA, mereka juga melakukan aksi yang sama di depan Gedung PN Jaksel, Jl. Ampera Raya.Dalam aksi tersebut mereka juga membawa poster dan spanduk yang antara lain bertuliskan 'Stop Intervensi AS, Hakim Jangan Takut Tekanan USA, Indonesia Negara Berdaulat Jangan Takut Tekanan Asing, dan Ulama Ditahan Bencana Datang.'Disela aksi tersebut, tiga anggota Forum Solidaritas Umat Islam, termasuk korlapnya Fauzan, akhirnya berhasil menemui Direktur Tindak Pidana MA Suparno. Dalam dialog dengan Suparno, mereka meminta agar pihak MA dan PN segera membebaskan Ba'asyir karena dari beberapa kesaksian, seperti mantan penerjemah Deplu AS terlihat penangkapan paksa, penahanan dan penyidangan sampai dua kali kasus Ba'asyir hingga detik ini merupakan order pemerintahan teroris AS beserta sekutunya.Dalam kesempatan itu Fauzan juga mengatakan, sedikitnya 15 bus massa yang tergabung dalam Forum Solidaritas Umat Islam dari Yogya, Solo dan luar Jawa akan berangkat menuju Jakarta untuk menyaksikan sidang terakhir Ba'asyir yang akan digelar pada Kamis, (3/3/2005) ini."Dan, saya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Polda untuk tidak mempersulit kami, dan saya berjanji mereka datang tidak membawa senjata. Dan jika ada anggota kami yang membawa senjata tangkap saja, tetapi apa pun hasil keputusan jika kami diusir dengan water canon kami akan melawan," ungkap Fauzan.Setelah dari Gedung MA, rencananya mereka akan mengunjungi Ba'asyir di LP Cipinang, Jaktim. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads