Politikus PPP Ini Anggap Biasa Bagi-bagi Jatah Posisi Dubes

Politikus PPP Ini Anggap Biasa Bagi-bagi Jatah Posisi Dubes

Hardani Triyoga - detikNews
Selasa, 15 Sep 2015 19:35 WIB
Politikus PPP Ini Anggap Biasa Bagi-bagi Jatah Posisi Dubes
Foto: Hardani Triyoga
Jakarta - Politikus PPP yang juga calon dubes RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie menyebut hal biasa bila ada pembagian 'jatah' posisi duta besar di koalisi pemerintahan. Dibandingkan pemerintahan sebelumnya, era Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai lebih memprioritaskan calon dubes dari kalangan profesional, bukan politikus.

"Biasa, biasa (bagi-bagi jatah posisi dubes). Cuma 7 dari 33. Sisanya itu di luar 7 itu selebihnya profesional dari Kemenlu. Kenapa sedikit orang-orang partai? Karena itu semua pilihan Pak Jokowi. Semua pilihan Pak Presiden," ujar Husnan di sela uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2015).

Dia mengatakan saat dirinya menjalani uji kelayakan dan kepatutan, tak ada anggota Komisi I yang menyinggung statusnya yang berlatar belakang politikus. Ia melihat Komisi I sudah obyektif dalam menggali potensi yang ada di setiap para calon dubes.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira Komisi I DPR sangat obyektif dan kapabilitas dalam menggali potensi yang ada. Menggali capability saya. Bahkan, menggali kepiawaian saya," tuturnya.

Lanjutnya, dia melihat begitu menjadi calon dubes maka status politisi ditinggalkan. Ia meminta dinilai secara obyektif menyesuaikan kemampuan.

Lagipula, menurutnya parpol juga tak bisa asal memilih kadernya yang ditunjuk menjadi calon dubes atau menteri.

"Memang saya berasal dari partai, masuk sebagai calon duta besar, saya bukan lagi politisi. Sebagai calon dubes, jadi orang yang memiliki kapabilitas, bukan lagi seorang sosok politisi yang enggak tahu apa-apa. Dan itu sudah melalui seleksi. Di partai kan enggak mungkin, orang asal ditunjuk jadi menteri, dubes," tuturnya.

(hty/erd)


Berita Terkait