Hari ini, PDIP mendukung aksi Rizal Ramli 'ngepret' Pelindo II terkait dengan dwell time. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, sejak tahun 1999, PDIP menolak perpanjangan konsesi Jakarta International Container Terminal (JICT).
"Bukan saat ini saja, sejak tahun 1999, kami secara konsisten menolak yang namanya JICT itu untuk disewakan kepada pihak lain. Karena ini merupakan pintu masuk ke negara kita. Simbol kedaulatan kita," ujar Sekjen Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (15/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perpanjangan kontrak yang dilaksanakan saat ini nilainya jauh di bawah kontrak yang ada di tahun 1999. Tentu saja ini harus diselesaikan di internal dan PDIP berharap persoalan tersebut dapat dijembatani. Seluruh menteri kabinet harus kompak terhadap sebuah policy. Apalagi policy ini sangat sensitif terkait dengan perpanjangan konsesi JICT," lanjutnya.
Hasto juga menambahkan bahwa langkah dari Menko Maritim Rizal Ramli mendatangi Pelindo II sebagai bentuk penataan. Agar seluruh jalur logistik yang dimulai dari Pelabuhan Tanjung Priok betul-betul efisien.
"Kami mendukung. PDIP mendukung langkah-langkah Menko Maritim Pak Rizal Ramli untuk mengatasi berbagai macam barrier (kendala) yang saat ini masih ada di sana," ucapnya. (yds/tor)











































