"Golkar sudah terbelah sampai tingkat I sampai tingkat II. Itulah yang saya prihatin," kata Ketua Wantim Golkar hasil Munas Bali, Akbar Tandjung, kepada detikcom, Selasa (15/9/2015).
Yang membuat Akbar semakin prihatin adalah Golkar masih terjebak di perpecahan sementara parpol lain sudah mempersiapkan Pilkada bahkan Pemilu Legislatif dan Pilpres serentak tahun 2019 mendatang. Sementara Golkar masih kocar-kacir dengan konflik internal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan ada sejumlah Pilkada seperti di Provinsi Sumbar, Sibolga, Golkar tidak mendukung karena Golkar satu mendukung si A satu lagi mendukung si B. Karena tidak kompak akhirnya tidak ikut Pilkada," sesal Akbar yang kebetulan berasal dari Sibolga.
Sejak awal Akbar memang menuturkan islah parsial untuk ikut Pilkada tidak menyelesaikan persoalan. Karena nyatanya sampai kini Ical dan Agung masih menempuh jalur hukum memperebutkan kepemimpinan Golkar yang sah.
"Saya sampaikan tidak ada jaminan konflik selesai di Pilkada. Sampai Golkar terpecah seperti sekarang ini," kata Akbar yang pernah mengusulkan Munaslub sebelum perpecahan Golkar menjalar sampai daerah ini. (van/try)











































