"Optimis. (Kemampuan bahasa) bisa bahasa Inggris, bahasa Belanda, Urdhu, Bahasa Arab, Bahasa Prancis, dan tentu Bahasa Indonesia," kata Husnan di sela uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2015).
Politikus PPP ini mengaku tertantang ditunjuk menjadi calon dubes untuk Azerbaijan. Menurutnya, negara Eropa ini punya nilai lebih dan bisa memberi keuntungan bagi Indonesia jika hubungan bilateral terjalin baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mengalami defisit perdaganagn dengan Azerbaijan, makanya, Duta Besar di Azerbaijan pada saat ini sangat penting. Apalagi kita baru membuka kedutaan di Azerbaijan sejak 2010 lalu. Insya Allah, kalau jadi, saya ini nanti duta besar yang kedua," tutur Ketua DPP PPP Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah DKI, Banten dan Jawa Barat itu.
Visi Hunan yaitu ingin memperkenalkan, membangun, mempertahankan citra baik Indonesia di mata dunia. Ia ingin masyarakat internasional, terutama Azerbaijan, bisa mengenal baik Indonesia.
"Lebih memperkuat hubungan diplomatik dengan Azerbaijan. Yang sebetulnya kurang didengar oleh orang. Ini jadi tantangan buat saya," tuturnya.
Hunan juga sudah siap memboyong keluarganya ke Azerbaijan. "Itu sudah pasti, otomatis, otomatis," ujarnya sambil tersenyum. (hty/tor)











































