Pesan Khatib Salat Istisqa agar Kebakaran Lahan Padam dan Asap Hilang

Pesan Khatib Salat Istisqa agar Kebakaran Lahan Padam dan Asap Hilang

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 15 Sep 2015 18:08 WIB
Pesan Khatib Salat Istisqa agar Kebakaran Lahan Padam dan Asap Hilang
Foto: Chaidir Anwar Tanjung
Pekanbaru - Peralatan canggih dalam penanggulangan bencana tak cukup untuk menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan. Ikhtiar dan mohon ampun kepada Allah SWT juga harus dilakukan.

Demikian pendapat Dr Dasman Yahya (45) selaku khatib dan pemimpin doa dalam salat Istisqa yang digelar di halaman kantor Gubernur Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru, Selasa (15/9/2015).

Dasman menyebutkan, bahwa selama ini segala daya upaya dalam melakukan pemadaman kebakaran lahan sudah dilakukan. Malah sejumlah alat canggih, seperti helikopter membuat bom air juga dilakukan. Termasuk pesawat Cassa dalam membuat hujan buatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tanpa bermaksud menyepelekan semua kecanggihan itu, kita harus tetap ikhtiar kepada Allah SWT. Kepada Allah-lah kita meminta apa yang kita lakukan agar membuahkan hasil. Tanpa ada ikhtiar dan berharap kepada Sang Khalik, percuma saja," kata Dasman peraih doktor ulumul hadits (ilmu hadis) lulusan University Madinah tahun 2008 silam.

Dasman menyebutkan, bahwa segala peralatan canggih yang dilakukan juga tak terlepas dari kekayaan milik Allah SWT. Dia mencontohkan, bahwa teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan menggunakan garam. Satu sisi, garam dari lautan merupakan kekayaan yang diberikan Allah SWT kepada hambanya.


"Modifikasi cuaca lewat penaburan garam di udara, juga mengharapkan adanya awan di langit. Awan itu sendiri milik Allah SWT. Kalau Allah tidak berkehendak, ya tidak juga jadi hujannya. Di sinilah, selaku manusia kita wajib berusaha dengan segala ilmu dan kecanggihan yang kita miliki, tapi jangan pernah membelakangi Allah selaku pemilik jagat raya ini. Usaha itu perlu dan harus, namun yang namanya ikhitiar perlu kita lakukan," kata jebolan Ponpes Darul Mahdo di Kabupaten Kampar, Riau ini.

Ayah dari tiga orang anak ini, menyebutkan, bahwa bencana asap saat ini tidak terlepas dari ulah manusia yang tak bertanggung jawab. Manusia-manusia tersebut telah membuat kerusakan di muka bumi.

"Begitupun mari kita doakan bersama, siapapun mereka tak usah kita laknat. Kita doakan mereka sadar dan mendapat hidayah dari Allah," kata Dasman satu-satunya gelar dokter ilmu hadis secara linier di Indonesia dari Timur Tengah.

Dia juga mengharapkan, pemerintah harus tegas dalam menegakkan hukum. Masing-masing pihak bisa berperan sesuai tugas dan fungsinya dalam menanggulangi bencana kebakaran dan asap.

"Mari kita doakan, agar bencana ini yang juga sudah melanda negeri tetangga, bisa segera teratasi bersama," kata Dasman yang sempat menangis ketika berdoa di salat Istisqa tersebut.

Dasman dalam disiplin ilmu, sejak S1 sampai meraih gelar doktor tetap menimba satu jurusan yaitu ilmu hadis. Dia sejak awal sampai meraih doktor semuanya dari University Madinah. Dasman selain dosen, juga aktif di MUI Riau. (cha/try)


Berita Terkait