PKS Didatangi Dubes AS Jelang Munas ke-4, Ada Apa?

PKS Didatangi Dubes AS Jelang Munas ke-4, Ada Apa?

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 15 Sep 2015 18:09 WIB
PKS Didatangi Dubes AS Jelang Munas ke-4, Ada Apa?
Foto: Lamhot aritonang
Jakarta - PKS kini telah rampung menyelesaikan hajatan Musyawarah Nasional ke-4. Namun ternyata, sebelum munas, Kantor DPP PKS di Jakarta Selatan, didatangi Duta Besar Amerika Serikat (AS). Ada apa ya?

"Datang ke kantor, ya," kata anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring membenarkan informasi kunjungan Dubes AS ke kantor DPP PKS. Hal itu disampaikan Tifatul di arena Munas ke-4 PKS, Hotel Bumi Wiyata, Jl Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa (15/9/2015).

Duta Besar AS adalah Robert O Blake Jr. Namun demikian, Tifatul menyatakan PKS menerima tak hanya Rober Blake yang datang, melainkan Dubes Jepang juga pernah berkunjung ke Kantor DPP PKS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tifatul menyatakan, PKS memang sedang meniti jalan menjalin hubungan internasional dengan lebih baik. Salah satu upayanya adalah dengan membentuk Badan Kerjasama Internasional yang diketuai Anis Matta. PKS ingin memahamkan pihak Barat agar tak salah paham dengan partai dakwah, dan Indonesia pada umumnya.

"Jelang Munas kita memang ketemu dengan beberapa Dubes di antaranya Dubes Amerika dan Jepang. Yang dibahas dengan Dubes soal kelanjutan pembentukan Badan Kerjasama Internasional. Kita tidak mau diidentifikasi keliru dengan pihak-pihak terutama Barat yang suka salah paham dan menyamaratakan," tutur Tifatul.

Dijelaskan ke pihak Dubes, PKS merupakan partai yang masuk dalam demokrasi dan mendasarkan fungsinya sesuai Pancasila. Membina hubungan baik dengan AS sebagai negara adikuasa juga bukan sesuatu yang dilarang.

"Amerika dalam hal ini ingin melihat positioning PKS. Mereka bertanya banyak tentang PKS. Ini mengagetkan semua pihak, ada Doktor syariah dari Madinah kok bisa satu paket dengan Doktor ekonomi dari Jepang," kata Tifatul.

Sebagaimana diketahui, kini PKS dipimpin oleh Presidennya yang baru yakni Sohibul Iman. Sohibul merupakan pria yang menempuh pendidikan S1 hingga S3 di Jepang.

PKS juga menegaskan kepada Dubes AS bahwa partainya tak berkontribusi terhadap terorisme. Soal sikap PKS yang sering mendemo Kantor Kedutaan AS, menurut Tifatul demonstrasi adalah hal biasa. Bahkan rakyat AS juga suka mendemo pemerintahannya sendiri.

"Intinya mereka mau update, kira-kira bagaimana orentasi PKS dalam kepemimpinan Salim Segaf Al Jufrie dan Sohibul Iman ini," kata Tifatul.

PKS menjelaskan kepada Dubes AS bahwa partai ini ingin Indonesia tak terlalu bergantung pada luar negeri dalam hal ekonomi. Dan saat ini, sebenarnya Indonesia juga dinilai Tifatul masih tak sepenuhnya bergantung pada luar negeri. (dnu/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads