Tingkatkan Mutu Katering di Makkah, Menag Usul 2 Jurus Solutif

Haji 2015

Tingkatkan Mutu Katering di Makkah, Menag Usul 2 Jurus Solutif

Gagah Wijoseno - detikNews
Selasa, 15 Sep 2015 17:23 WIB
Tingkatkan Mutu Katering di Makkah, Menag Usul 2 Jurus Solutif
Foto: Gagah Wijoseno
Makkah - Jemaah haji ke Makkah untuk beribadah, tapi untuk beribadah butuh pasokan energi memadai dari makanan yang bergizi. Dalam pertemuannya dengan jemaah haji indonesia, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin selalu diminta agar katering yang diberikan tidak berupa makan siang saja.

Terhitung hari ini, Selasa (15/9/2015), layanan makan siang di Makkah berhenti sementara dan akan berlanjut setelah puncak haji. Apa solusi yang bisa ditawarkan Lukman Hakim selaku Amirul Hajj dalam hal ini?

"Pertama menambah frekuensi makan bisa 3 kali atau 2 kali sehari seperti di Madinah. Sehingga jemaah tidak sulit mencari makanan," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana menyiasati jika katering berhenti sementara seperti saat ini? Ke mana jemaah harus mencari makanan jika tidak diizinkan memasak dalam kamar?

Lukman mengatakan, Arab Saudi memperketat izin penjual makanan jadi. Siapa saja yang hendak menjual makanan harus mendapat izin dari Baladiyah agar ada jaminan keamanan dan higienitasnya.

Oleh karena itu, tahun mendatang pemerintah akan berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi agar di setiap hotel ada penjual makanan jadi. Sehingga jemaah Indonesia tidak sukar mencari makan bila katering dihentikan seperti sekarang ini.

"Kedua, kita akan kerja sama dengan pemerintah Arab Saudi agar di setiap hotel membuka rumah makan atau kantin. Ke depan ini akan menjadi perhatian kita," tuturnya. (gah/hri)


Berita Terkait