Terhitung hari ini, Selasa (15/9/2015), layanan makan siang di Makkah berhenti sementara dan akan berlanjut setelah puncak haji. Apa solusi yang bisa ditawarkan Lukman Hakim selaku Amirul Hajj dalam hal ini?
"Pertama menambah frekuensi makan bisa 3 kali atau 2 kali sehari seperti di Madinah. Sehingga jemaah tidak sulit mencari makanan," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lukman mengatakan, Arab Saudi memperketat izin penjual makanan jadi. Siapa saja yang hendak menjual makanan harus mendapat izin dari Baladiyah agar ada jaminan keamanan dan higienitasnya.
Oleh karena itu, tahun mendatang pemerintah akan berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi agar di setiap hotel ada penjual makanan jadi. Sehingga jemaah Indonesia tidak sukar mencari makan bila katering dihentikan seperti sekarang ini.
"Kedua, kita akan kerja sama dengan pemerintah Arab Saudi agar di setiap hotel membuka rumah makan atau kantin. Ke depan ini akan menjadi perhatian kita," tuturnya. (gah/hri)










































