Menag Puas Layanan Bus Shalawat, Minta Petugas Antisipasi Jam Sibuk

Haji 2015

Menag Puas Layanan Bus Shalawat, Minta Petugas Antisipasi Jam Sibuk

Gagah Wijoseno - detikNews
Selasa, 15 Sep 2015 17:12 WIB
Menag Puas Layanan Bus Shalawat, Minta Petugas Antisipasi Jam Sibuk
Foto: Gagah Wijoseno
Jakarta - Setelah katering dan penginapan, sektor transportasi tak luput dari peninjauan Amirul Hajj Menag Lukman Hakin Saifuddin. Beserta rombongan petugas PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Lukman Hakim menjajal layanan bus shalawat dari daerah Syisya menuju Terminal Syib Amir yang berada di daerah Masjidil Haram.

Bus Rawaheel dengan nomor trayek 7 membawa pergi Lukman Hakim sekitar pukul 10.38 waktu setempat. Sempat duduk di kursi terdepan, Lukman Hakim mempersilakan jemaah haji mengambil kursinya agar mudah berbincang-bincang.
Menag menjajal layanan bus shalawat (Gagah/detikcom)


"Ini lebih baik. Daripada yang dari Madinah ke Makkah. Naik Abu Sarhad. Agak takut katanya ada yang mogok," kata jemaah asal Yogyakarta, Hendri Suprapto, kepada Lukman di dalam bus yang sedang bergerak perlahan menyusuri jalan di Makkah, Selasa (15/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hendri menginformasikan pernah menumpang bus yang pengemudinya tidak tahu jalan. Akhirnya dia bersama penumpang lainnya turun dan naik bus yang lain lagi.
Menag berbincang dengan jamaah di dalam bus (Gagah/detikcom)


Lukman Hakim mendengarkan penuturan Hendri dengan seksama. "Iya nanti ditingkatin," katanya. Setelah tiba di terminal, Lukman Hakim berdialog dengan petugas transportasi yang bertugas di sana. Dia juga sempat menengok kontainer yang disulap menjadi kantor sementara petugas di situ lalu menyemangatinya.
Menag berdialog dengan petugas transportasi (Gagah/detikcom)


Setelah melihat-lihat keadaan terminal, Lukman Hakim lalu menjajal bus dengan rute 8 ke arah Syisya. Di dalam bus, Lukman kembali melakukan dialog-dialog dengan jemaah haji Indonesia.
Pengumuman di dalam bus Angkutan Shalawat (Gagah/detikcom)


Pada akhir perjalanannya di penginapan 611, Lukman Hakim menyatakan ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan pelayanannya, salah satunya adalah masa tunggu jemaah di terminal saat jam sibuk. Ada jam-jam padat seperti usai Subuh, usai salat Jumat, dan salat Isya.

"Pelayanannya cukup baik terus mereka tidak harus menunggu lama dari hotelnya masing-masing untuk menuju haram. Memang masukannya beberapa ketika dari haram kembali ke hotelnya masing-masing memang terjadi penumpukan," tuturnya.
Setelah melakukan peninjauan, Menag akan melaksanakan masukan yang diberikan jamaah terkait pelayanan bus (Gagah/detikcom)
(gah/hri)


Berita Terkait