Perilaku menyimpang KA diketahui para tetangga sejak setahun terakhir. KA biasanya merokok di perempatan atau di emperan ruko Jalan Gajah Raya, Semarang. Warga yang simpati berusaha mencari cara untuk menolong KA agar tidak merokok.
"Kami koordinasi dengan pihak kelurahan dan kepolisian. Sudah kecanduan itu, mungkin setahunan lebih. Selain itu kami juga khawatir diikuti anak-anak kami," kata salah satu warga Ahmad Soleh, Selasa (15/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya pihak Kelurahan soal perilaku anaknya, Sri (35) mengakui kemungkinan putranya mengikuti kebiasaan merokok yang memang sudah dilakukannya sejak 15 tahun itu. Sri sulit lepas dari rokok, bahkan saat menimang KA, ia melakukannya sambil merokok.
"Dulunya waktu kecil sering sakit. Kan panas (badannya), saya gendong, saya pakai rokok begini. Saya itu ngrokok sudah sejak umur 15," kata Sri sambil mempraktikan gerakan menggendong anak sambil merokok.
Di depan keluarganya, KA memang tidak pernah merokok, ia selalu sembunyi-sembunyi. Sri menambahkan pihak keluarga sudah pernah mengingatkan agar KA tidak merokok, namun bocah tersebut ternyata tidak mau berhenti.
"Ngrokok di sini (rumah) dia enggak berani," tegas Sri.
Biasanya KA memunguti puntung rokok yang terjatuh di jalan atau dibuang di tempat sampah. Ia mengumpulkan dan membawanya ke perempatan atau emperan ruko kemudian mulai menghisapnya. Jika membeli di warung, KA mengaku membeli rokok untuk kakaknya yang juga perokok.
"Dia ngambilin punya orang-orang di jalan, bawa korek dari rumah. Di warung deket sini korek juga diambilin," ujarnya.
KA tinggal bersama ibu, nenek, dan dua kakaknya, sedangkan ayahnya sudah lama berpisah. Bocah TK itu termasuk hiperaktif dan menangis jika tidak mendapatkan rokok. Orangtua berjanji akan berusaha menghentikan kebiasaan merokok KA. (alg/try)











































