Sejak awal dibuat, situs yang beralamat di https://revolusimental.go.id ini banyak menuai kritik. Mulai dari tak bisa diakses lewat PC, tampilannya yang sederhana, dan lainnya. Ada pula yang menuding situs tersebut mencontek situs pribadi Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
Sehari setelah diluncurkan, situs ini tak bisa diakses. Kemenko PMK berdalih situs ini down karena terlalu banyak diakses masyarakat yang antusias (dok.detikcom) |
Kritik kemudian semakin tajam. Persoalannya, setelah sehari diluncurkan, situs itu tak bisa diakses. Kemenko PMK berdalih, situs itu down karena terlalu banyak diakses masyarakat yang antusias. Dalih lainnya, situs itu diretas oleh hacker. Meski begitu, pihaknya tak membuat laporan ke polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesmenko PMK Sugihartatmo kini berkata sedikit lebih terbuka. Dia mengakui Kemenko PMK terburu-buru saat mengerjakan proyek situs tersebut. Situs itu sendiri pembuatan dan pengelolaannya dianggarkan Rp 200 juta yang diambil dari dana APBN.
Puan Maharani saat meluncurkan situs revolusimental.go.id (Yudhistira/detikcom) |
"Saya tidak menafsirkan kecolongan, tapi yang jelas keburu-buru itu ada juga. Pelaksananya ingin cepat, jadi enggak terbayangkan begitu besar perhatian publik. Karena itu kita minta maaf," ucap Sugihartatmo kepada wartawan di Hotel Aryaduta, Jl Prapatan, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2015).
Sugihartatmo menjelaskan, saat ini Kemenko PMK tengah menyiapkan situs baru pengganti situs revolusimental.go.id. Sama seperti sebelumnya, pihaknya menganggarkan dana Rp 200 juta untuk membuat dan mengelola situs baru itu. (spt/hri)












































Sehari setelah diluncurkan, situs ini tak bisa diakses. Kemenko PMK berdalih situs ini down karena terlalu banyak diakses masyarakat yang antusias (dok.detikcom)
Puan Maharani saat meluncurkan situs revolusimental.go.id (Yudhistira/detikcom)