Jakarta - Massa guru honorer menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Senayan dan belum berakhir sampai saat ini. Mereka menuntut agar diangkat menjadi PNS. Ternyata sebagian di antara mereka pernah ikut seleksi CPNS namun gagal.
"Kami semua di sini sudah ikut tes tapi tidak lolos. Jumlah sekitarnya 439 ribu," ujar Andi, Koordinator Lapangan Forum Honorer Kategori 2 Indonesia, saat ditemui di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2015).
Andi mengatakan, mereka tidak dapat menerima keputusan dari Kemenpan RB mengenai hasil seleksi CPNS tersebut. Dia menuding ada kejanggalan dalam proses seleksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kami merasa dizalimi terlebih karena ada perbedaan K1 dan K2," ujar Andi.
Andi juga mempersoalkan usia para guru honorer yang lolos dalam seleksi CPNS tersebut. Menurut Andi, mereka yang lolos usianya sangat muda dibandingkan mereka yang tak lolos.
"Kondisi saat ini bisa dilihat dari warna rambut kami yang putih semua. Mereka yang lulus itu masih sangat muda," ujar Andi.
Menpan Yuddy Chrisnandi sudah bertemu dengan perwakilan guru honorer yang melakukan aksi unjuk rasa hari ini. Namun Yuddy belum memberikan pernyataan terbuka karena bergegas menghadiri rapat dengan Komisi II DPR.
Sedangkan massa guru honorer masih 'menduduki' Jl Asia Afrika, tepatnya di depan Hotel Mulia. Mereka memilih menunggu penjelasan langsung dari Yuddy usai acara di DPR.
(faj/nrl)