"Para jemaah diharapkan dapat membeli makanan yang sehat dan bersih. Termasuk untuk mengkonsumsi buah-buahan dan selalu mencukupkan minuman air bersih," tutur Saleh dalam rilisnya yang diterima detikcom, Selasa (15/9/2015)
Penghentian sementara layanan katering ini berdasarkan pertimbangan kota Makkah yang semakin padat oleh jemaah haji dari seluruh dunia. Petugas khawatir pihak layanan katering tidak bisa mengantarkan paket makanannya tepat waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kali pertama jemaah haji Indonesia akan mendapat layanan tambahan di Makkah berupa makan siang sebanyak 15 kali. Katering makan siang akan didistribusikan ke jemaah pada tanggal 31 Agustus-14 September lalu stop sementara karena masa puncak haji di Arafah Muzdalifah, dan Mina. Setelah puncak haji katering makan siang akan dilanjutkan pada 2 Oktober-16 Oktober.
Jemaah bisa mulai menikmati menu makan siang katering yang akan didistribusikan antara pukul 9.30 s/d 11.00 waktu setempat. Makan siang akan diberikan di penginapan dalam kemasan kotak yang bisa langsung dinikmati jemaah haji Indonesia.
Selain itu jemaah akan diberikan makan malam pada tanggal 8 Dzulhijjah dan menikmati makan 3 kali sehari selama tanggal 9-12 Dzulhijjah pada masa Armina.
Selama di Armina jemaah juga akan dibekali paket minuman sachet, sambal, dan kecap yang diberikan sekali saja pada awal Armina. Pada tanggal 13 Dzulhijjah, pada masa akhir Armina jemaah diberikan makan pagi dan siang.
(gah/aan)











































