"ISIS jadi kekuatan terorisme global baru yang lebih menakutkan daripada jaringan Al-Qaeda. Selain aksinya yang brutal, ISIS berbahaya karena kemampuannya menjaring kekuatan asing," ujar Sestama BNPT Mayjen Abdurrahman Kadir.
Hal ini disampaikan Abdurrahman dalam acara dialog bertajuk 'Dialog Pencegahan Paham ISIS di Kalangan Perguruan Tinggi di DIY' di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ring Road Barat, Selasa (15/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia memaparkan datanya sejumlah pemuda Indonesia yang memilih meninggalkan negara demi bergabung dengan ISIS.
Salah satunya Wildan, pemuda asal Lamongan yang sebelumnya kuliah di Mesir dan kini sudah meninggal dalam sebuah pertempuran di Irak 2014.
"Ada juga Siti Lestari, mahasiswi Surakarta yang dibawa kekasihnya ke Suriah untuk gabung ISIS. Alfian Nurzi, mahasiswa Pontianak gabung pada 2014," kata Abdurrahman.
Abdurrahman mengimbau agar seluruh elemen masyarakat ikut serta dalam upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme.
"BNPT tidak bisa sendiri harus semua elemen bangsa ikut," tuturnya. (sip/try)