Aktivis Kecam Tokoh LSM Dukung Iklan Kenaikan BBM
Senin, 28 Feb 2005 13:15 WIB
Jakarta -
Sejumlah aktivis mengecam sikap tokoh-tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ikut mendukung iklan kenaikan harga BBM."Kami kecewa sekali dengan sikap mereka yang selama ini kita anggap membela rakyat. Pemikiran mereka sempit sekali kenapa nggak komentar saja tentang BLBI dan pembayaran utang negara yang menggunakan dua per tiga dana APBN," Ketua Divisi Advokasi Urban Poor Consortium (UPC) Berkah Gamulya di sela-sela aksi menolak kenaikkan harga BBm di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (28/2/2005).Menurut dia, kenaikan harga BBM dinilai tidak fair karena seharusnya pemerintah menaikkan dulu anggaran kesejahteraan rakyat seperti kesehatan, pendidikan. "Dana kompensasi BBM selama dua tahun tidak pernah diterima rakyat karena untuk mendapatkannya rakyat harus memiliki syarat miskin yang tidak masuk akal," ujar dia.Hal yang sama disampaikan Mustawalat, aktivis Kontras. "Ada politisasi yang terjadi karena mereka dulu dekat tim kampanye tim SBY. Saya setuju kalau mereka bilang pencabutan subsidi BBM karena dananya nggak tepat sasaran. Tetapi tidak setuju kalau mereka mendukung kenaikan harga BBM," imbuhnya.Pusat Studi Freedom Institude dan sejumlah tokoh nasional serta aktivis mendukung kenaikan harga BBM. Dukungan mereka terpampang dalam iklan satu halaman penuh di halaman 9, Kompas, edisi Sabtu (26/2/2005).Nama-nama tersebut di antaranya Frans-Magnis Suseno, Todung Mulya Lubis, Ulil Abshar Abdalla dan Goenawan Muhammad.
(aan/)










































