"Ini pelanggaran HAM terhadap Pembela HAM sepanjang tahun 2012-2015," kata Ketua Komnas HAM Nurkholis dalam jumpa pers di kantornya, Jl Latuharhary, Jakarta, Selasa (15/9/2015).
Selain Nurkholis ada juga pimpinan Komnas HAM yang lain. Selain Jakarta dan Sumsel, daerah lain berturut-turut menyusul, Jawa Timur ada 5, Papua ada 4, Bengkulu ada 4, dan Jabar ada 4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nurkholis juga, wilayah seperti Jabar dan Jatim serta Yogyakarta termasuk dalam daerah yang cukup rentan bagi para pembela HAM.
"Berdasarkan pengelompokan isu, dari 37 kasus pembela HAM yang dicatat Komnas HAM sejak 2012- 2015, sekurangnya terdapat 11 isu yang rentan bagi para pembela HAM, yaitu lingkungan 2 kasus, agraria 16 kasus, perburuhan 9 kasus, korupsi 4 kasus, jurnalistik 6 kasus, pendidikan 1 kasus, LGBT 1 kasus, kebebasan mengemukakan di muka umum 10 kasus," urai Nurkholis.
Komnas HAM juga mencatat secara khusus, seiring meningkat konflik pertanahan di sejumlah daerah, para pembela HAM yang bekerja pada isu agraria banyak mengalami kekerasan dan kerentanan.
"Pelanggaran-pelanggaran tersebut tidak hanya dilakukan oleh aparat keamanan, misal polisi total 15 kasus dari 2012 -2015 yang dilaporkan, namun juga oleh kelompok masyarakat," imbuh dia.
"Yang cukup menarik dari data diatas adalah meningkatnya serangan terhadap aktivis antikorupsi tetutama pada awal 2015," tutupnya.
Berikut jumlah pelanggaran HAM di daerah:
1. Sumatera Selatan 9
2. Jakarta 7
3. Jawa Timur 5
4. Papua 4
5. Bengkulu 4
6. Jawa Barat 4
7. Riau 3
8. Yogyakarta 2
9. Sulawesi Selatan 2
10. Papua barat
11. Jawa Tengah 2
12. Sumatera Utara 2
13. Maluku 1
14. Sulawesi Tenggara 1
15. Sulawesi Barat 1
16. Bali1
17.NTB 1
18. Jambi 1 (dra/dra)











































