Kapolda Metro Minta Pendemo BBM Tak Bakar Foto SBY
Senin, 28 Feb 2005 12:53 WIB
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Firman Gani mempersilakan siapa saja untuk berdemo menolak kenaikan BBM. Syaratnya, pendemo tidak anarkis dan tidak membakar foto pemimpin negara plus lambang negara."Diharapkan pengunjuk rasa tidak bersikap negatif seperti membakar foto dan lambang negara," kata Kapolda di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Senin (28/2/2005) usai mengikuti rapat mendadak membahas antisipasi menjelang kenaikan harga BBM pada Maret depan. Sekadar diketahui, pada hari ini mahasiswa UKI di Salemba telah berdemo dan membakar foto SBY sebagai bentuk protes.Lebih lanjut Kapolda menyatakan, hingga kini belum ada laporan adanya tindakan anarkis yang dilakukan pengunjuk rasa. "Dari intelijen belum ada laporan. Pengunjuk rasa yang demo harus menyepakati kesepakatan dengan kepolisian seperti dilarang membakar foto dan lambang," jelasnya.Dalam mengantisipasi aksi massa terkait kenaikan BBM, digelar Operasi Mandiri. Operasi ini melibatkan 13.179 personel keamanan. Menurut Kapolda, pihaknya menurunkan 8.000 personel. Mabes Polri 2.000 personel, sedangkan TNI 2.000 prajurit. Sisanya aparat Tramtib dan Linmas milik Pemrov DKI Jakarta.
(nrl/)











































