Pemerintah Mengutuk Penculikan 2 WNI di Papua Nugini

Laporan dari Qatar

Pemerintah Mengutuk Penculikan 2 WNI di Papua Nugini

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Selasa, 15 Sep 2015 11:53 WIB
Pemerintah Mengutuk Penculikan 2 WNI di Papua Nugini
Foto: Andhika Akbaransyah
Doha - Dua warga negara Indonesia diculik di wilayah perbatasan Papua dengan Papua Nugini. Menlu RI Retno LP Marsudi menyatakan, pemerintah mengutuk penculikan itu.

"Pemerintah Indonesia dengan sangat keras mengutuk terjadinya penculikan terhadap dua WNI di wilayah perbatasan di Skofro, Papua. Penculikan seperti ini saya kira tak dapat diterima tak hanya masyarakat Indonesia tapi seluruh masyarakat internasional," ujar Retno di Hotel Grand Hyatt, Doha, Qatar, Selasa (15/9/2015).

PM Papua Nugini Peter O Neill juga sudah memantau perkembangan dan minta otoritas setempat membebaskan dua WNI yang diculik. Menlu Retno juga telah berkomunikasi dengan Menlu Papua Nugini. Pemerintah Papua Nugini sudah berkomunikasi dengan sandera bahwa mereka dalam keadaan sehat.
Menlu Retno LP Marsudi (Bagus/detikcom)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kordinasi dengan Panglima dan kita semuanya sepakat dan siap untuk segera bebaskan kedua warga negara tersebut kerja sama dengan otoritas Papua Nugini," sebut Retno.

Namun dirinya tak dapat memastikan kapan tenggat waktu yang diberikan. Menurut Retno itu merupakan wilayah Papua Nugini sehingga harus terus berkoordinasi ketika mengambil tindakan.

"Mudah-mudahan dalam waktu tak lama upaya ini buahkan hasil tentu prioritas utama 2 warga negara kita. Upaya apa pun akan kita lakukan!" pungkas Retno. (bpn/hri)


Berita Terkait