"Penerbangan sebenarnya terganggu, tapi apa boleh buat. Orang juga perlu bepergian. Lihat itu, jarak pandang tak lebih dari 300 meter, pilot harus mengandalkan panduan dari menara," tutur William Loh yang duduk bersebelahan dengan detikOto di pesawat KLM dari Amsterdam ke Kuala Lumpur, Minggu (13/9).
Warga Kuala Lumpur itu mengaku mendapatkan informasi dari keluarganya sebelum berangkat dari Belanda ke kampung halamannya, bahwa asap tebal sudah menyelimuti langit Malaysia sejak beberapa pekan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan yang kurang lebih sama dilontarkan oleh Rozaman, warga Selangor, Malaysai saat bertemu di ruang tunggu Bandara Kuala Lumpur. Menurutnya, banyak warga Malaysia yang berharap pemerintah Indonesia segera berharap menyelesaikan kebakaran lahan.
"Sepertinya kasus pembakaran lahan ini berulang terus. Kalau boleh berharap, otoritas setempat memberi ganjaran hukuman yang berat, karena ini sudah mengganggu," tuturnya.
Wan Abdullah bin Mansoor Mohammad,Β warga yang lain juga melontarkan harapan serupa. Dia menyebut, kasus kiriman asap itu bagi Malaysia serba dilema. Pada satu sisi, jika dibiarkan bisa mengganggu kegiatan masyarakat, tetapi juga diprotes bisa dipersepsi lain.
"Jadi memang harus hati-hati. Saling pengertianlah yang diharapkan," kata dia.
(arf/dra)











































