SBY: Kenaikan Harga BBM Pilihan Terbaik
Senin, 28 Feb 2005 12:44 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta semua pihak memahami pentingnya langkah pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Untuk itu, SBY mengundang semua kalangan untuk mengawasi dan memastikan penyaluran dana kompensasi kenaikan BBM benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. "Saya mengajak semua pihak bukan hanya DPR dan DPD tetapi juga LSM dan civil society lainnya untuk melihat dan memastikan bahwa kebijakan kami ini tidak menyusahkan masyarakat. Serta ikut mengawasi agar penyaluran dana kompensasi tidak belok kesana-kemari. Tapi benar-benar sampai kepada mereka yang berhak," demikian dikatakan SBY dalam konferensi pers usai rapat konsultasi pemerintah dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Gedung Nusantara IV, Jakarta, Senin (28/2/2005). Menurut presiden yang dipilih langsung pertama kalinya oleh rakyat Indonesia, kenaikan harga BBM merupakan pilihan yang terbaik. Kenaikan harga BBM tersebut sudah digodok secara matang. "Memang tidak mudah, tapi dibutuhkan untuk penyelamatan yang lebih besar lagi," tegas SBY. Siang tadi berlangsung rapat konsultasi pertama kalinya antara dua lembaga tinggi negara. Materi tentang kenaikan BBM merupakan salah satu dari 10 poin yang ditanyakan DPD kepada pemerintah. DPD ingin mengetahui lebih lanjut mengenai perihal kenaikan BBM dan skenario penyaluran dana kompensasinya, terutama ke daerah-daerah. Materi lain yang menjadi pembahasan dalam rapat konsultasi I dengan DPD adalah :1. pemekaran wilayah, DPD minta agar pemerintah mengambil pelajaran dari kasus-kasus yang sudah ada untuk pengembangan kebijakan otda dimasa selanjutnya, 2. mengenai anggaran pendidikan untuk daerah,3. penanganan daerah konflik dalam hal penciptaan suasana kondusif untuk pelaksanaan pilkada,4. penerimaan PNS,5. kesenjangan kegiatan ekonomi antara pusat dan daerah, 6. ilegal logging dan ilegal fishing,7. pembangunan infrastruktur,8. pelaksanaan rekonstruksi dan rehabilitasi NAD, 9. BBM, dan 10. kesejahteraan buruh.Sementara itu, ratusan masyarakat dari berbagai elemen dan daerah hari ini berdemo menolak kenaikan harga BBM tersebut. Mulai dari mahasiswa, LSM, sopir angkot, tukang becak, ibu rumah tangga, hingga anak-anak. Mereke menolak kenaikan harga BBM yang rencananya akan diberlakukan serempak pada tanggal 1 Maret 2005.
(dni/)











































