Aksi Penolakan Kenaikan BBM Juga Marak di Semarang

Aksi Penolakan Kenaikan BBM Juga Marak di Semarang

- detikNews
Senin, 28 Feb 2005 12:38 WIB
Semarang - Rencana pemerintah menaikan BBM pada Maret mendatang mendapat respon negatif di kalangan aktivis mahasiswa dan buruh Semarang. Dalam satu hari, dua kelompok berunjuk rasa menentang kenaikan BBM.Aksi pertama dilakukan puluhan aktivis BEM se-Jateng sekitar pukul 10.30 WIB di Bundaran Air Mancur Semarang, Jl Pahlawan, Senin (28/2/2005). Mereka yang terdiri dari BEM Undip, UGM, UNS, Unnes, dan Polines mengecam keras rencana kenaikan BBM tersebut.Aksi yang juga diikuti FSBI (Front Serikat Buruh Indonesia) itu membeberkan spanduk dan poster yang bernada kecaman terhadap SBY. "Kampanye janji indah, naik tahta janji lupa", demikian salah satu bunyi posternya. Untuk menarik perhatian masyarakat mereka memakai sound system yang diangkut dengan mobil pick up."Kenaikan BBM adalah pengingkaran terhadap janji SBY di masa kampanye. Setelah menjadi presiden ia lupa bahwa ia harus berpihak kepada rakyat kecil," kata Presiden BEM Undip Aris Fajar Rohani di sela-sela aksi.Setelah puas beraksi di jalanan, mereka melanjutkan aksinya ke Kantor DPRD Jateng yang jaraknya hanya 100 meter dari lokasi awal. Di sana mereka juga berorasi meminta anggota dewan ikut membantu sikap penolakan kenaikan BBM tersebut. Sayang tak ada satu pun anggota dewan yang menemuinya.Para mahasiswa juga sempat menyanyikan lagu yang biasa dinyanyikan SBY pada saat kampanye dulu yakni, "Pelangi di matamu". Dengan nada menyindir, para mahasiswa mengatakan lagu itu tak lagi terdengar karena SBY telah mengingkari janjinya.Pada saat bersamaan, aksi serupa juga digelar HMI Semarang Barat. Mereka mendatangi Kantor DPRD Jateng. Dalam aksinya mereka memakai pakaian putih-putih dan membawa 4 spanduk kain warna hitam dan bertuliskan "Drakula government, go to hell!!".Meski isunya sama, BEM se-Jateng dan HMI tak bergabung. Setelah beberapa saat berorasi, HMI meninggalkan Kantor DPRD menuju Bundaran Air Mancur. Di sana mereka berorasi lagi dan menggelar happening art.Panasnya kota Semarang tak membuat mereka menyerah. Hingga pukul 12.00 WIB aksi masih terus berjalan dan belum ada tanda-tanda akan berakhir. Puluhan polisi terlihat mengawal aksi tersebut. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads