"Enggak lah, enggak takut. Menurut saya itu sih message saja barangkali saya tidak tahu maunya apa. Tapi yang harus takut yang nembak. Yang nembak kan yang salah. Kalau kita tugas negara jadi kita basmi ini. Kalau ada orang yang berniat jahat berbuat begitu berarti kita benar," kata Sudirman di Hotel Grand Hyatt, Doha, Qatar, Senin (14/9/2015).
Mengenai kejadian ini, Sudirman saat itu langsung melapor kepada Presiden Joko Widodo. Tetapi awalnya Sudirman menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berpikir bahwa sektor energi sangat dibutuhkan oleh banyak orang. Tetapi memang hanya sedikit orang yang mengerti soal hal ini.
Oknum yang mengetahui seluk beluk energi dan menyakahgunakannya biasanya akan mengkooptasi orang yang tidak tahu. Sehingga dengan cara apa pun berani menggagalkan rencana pemerintah untuk meluruskan.
"Eksplorasi tak dikerjakan, kilang tak dibangun, tergantung pada impor. Mungkin mereka yang ingin seperti ini bereaksi. Saya tak mengira-ngira alasan apa di balik aksi ini," kata Sudirman.
(bpn/rvk)











































