Politikus Gerindra Pimpin Tim MKD Usut Pertemuan Fadli Zon Cs dan Trump

Politikus Gerindra Pimpin Tim MKD Usut Pertemuan Fadli Zon Cs dan Trump

Indah Mutiara Kami - detikNews
Senin, 14 Sep 2015 18:42 WIB
Politikus Gerindra Pimpin Tim MKD Usut Pertemuan Fadli Zon Cs dan Trump
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengusut dugaan pelanggaran kode etik dalam kunjungan delegasi DPR ke Amerika Serikat sebagai perkara tanpa pengaduan. Pengusutan itu dipimpin oleh Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad yang merupakan politikus Gerindra.

"Mahkamah Kehormatan DPR RI telah menindaklanjuti Perkara Tanpa Pengaduan tersebut dengan membentuk Tim Penyelidik yang diketuai oleh Wakil Ketua MKD bidang penindakan, Sufmi Dasco Ahmad," kata Dasco dalam jumpa pers di ruang rapat MKD, Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2015).

Dasco mengungkapkan bahwa proses perkara yang berlangsung di MKD bisa diakses oleh publik. Namun, MKD akan tertutup ketika itu masuk di materi perkara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesuai Peraturan DPR RI no 2 Tahun 2015, MKD wajib merahasiakan materi perkara. Terkait dengan hal tersebut MKD tidak dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan materi perkara," ujar Waketum Gerindra ini.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua MKD Junimart Girsang mengungkapkan bahwa MKD sudah mengirim surat ke Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) dan Setjen DPR untuk meminta dokumen perjalanan delegasi. MKD kini sedang memverifikasi dokumen tersebut.

"Saat ini kami sedang melakukan verifikasi atas surat-surat tersebut yang mana dalam surat tersebut anggota delegasi 7 orang, anggaran dari tahun 2015. Dan acara tanggal 3 September sudah selesai. Tanggal 4 harusnya sudah di Indonesia," ungkap Junimart.

Dia menuturkan bahwa MKD hanya mengusut dugaan pelanggaran kode etik. Bila ada penyelewengan anggaran, itu merupakan ranah lembaga penegak hukum lainnya.

"MKD bisa kerjasama dengan penegak hukum lain. Kalo misalnya ada penyelewengan anggaran mungkin akan kami kerjasama dengan BPK, KPK, dan lain-lain," ucap politikus PDIP ini. (imk/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini