Β
Kirab gunungan bakpia dalam acara Merti Bakpia ini merupakan acara yang ke empat kalinya sejak tahun 2012. Acara kirab sore ini dilakukan di sepanjang Jl KS Tubun, yang dikenal sebagai kampung pembuat bakpia. Di kawasan itu terdapat ratusan keluarga atau Unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang memproduksi bakpia.
Sebanyak 8 ribu butir bakpia di bawa dalam kirab yang dikawal berbagai kelompok kesenian yang ada di Kelurahan Ngampilan. Satu buah gunungan lanang berisi 4 ribu bakpia. Satu buah gunungan wadon berisi 2 ribuan bakpia dan 2 ribu bakpia dibawa para peserta kirab. Semuanya diperebutkan dalam acara puncak merti bakpia di halaman bekas pabrik Tegel Cap Kuntji.
Sebelum kirab berlangsung, ribuan warga sudah memadati sepanjang Jalan KS Tubun hingga halaman bekas pabrik tegel. Saat dua buah gunungan bakpia tiba di lokasi acara, banyak masyarakat yang sudah tidak sabar untuk merayahnya. Panitia dan prajurit pengawal pun sibuk meminta warga untuk bersabar agar tidak merayahnya terlebih dulu. Prajurit pengawal langsung membuat pagar betis. Sebab acara pembukaan belum dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bakpia sudah jadi ikon kuliner dan oleh-oleh khas dari Yogyakarta. Ini harus kita syukuri," katanya, Senin (14/9/2015).
Usai didoakan, dua buah gunungan bakpia itu kemudian dibawa menuju tempat yang lebih luas. Warga masyarakat pun langsung merayahnya saat gunungan diturunkan dari para pengusung. Tidak sampai lima menit ribuan bakpia tersebut ludes dirayah masyarakat.
Setelah bakpia yang ada di dua buah gunungan tersebut habis, warga masyarakat kemudian gantian memperebutkan bakpia yang disediakan para produsen yang ada di tenda. Dalam waktu sekejap pun ribuan bakpia yang terbungkus plastik itu juga habis. Warga masyarakat yang mendapatkan bakpia ada yang langsung memakannya, namun ada pula yang membawa pulang ke rumah meski hanya mendapat satu buah saja. (bgs/dra)










































