Riau Darurat Asap: Nak Apa Kau Masih Bisa Bernapas?

Riau Darurat Asap: Nak Apa Kau Masih Bisa Bernapas?

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 14 Sep 2015 16:54 WIB
Riau Darurat Asap: Nak Apa Kau Masih Bisa Bernapas?
Foto: chaidir
Pekanbaru - Darurat asap telah membuat cemas para orangtua yang anaknya tinggal di Riau. Keluarga di kampung halaman risau melihat asap yang cukup parah di Bumi Lancang Kuning.

Inilah sepenggal kisah kerisauan para orang tua. Adalah Didi Kurnia (42) warga Pekanbaru yang selalu menerima telepon dari kampung halamannya di Kisaran Sumatera Utara.

Kerisauan itu muncul, ketika Sumatera Utara juga kini terselubung asap kiriman dari Riau, Sumsel dan Jambi. Warga di Sumut juga merasakan sesaknya nafas karena asap. Hanya saja kondisinya memang tak separah Riau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inilah yang membuat kegelisahan keluarga di kampung halaman. Apa lagi Riau satu di antara gudangnya asap. Ibu kandung Didi Kurnia, Ibu Arbaiti (60) bolak balik bertanya tentang kabar anak dan cucunya.

"Nak, kalian masih bernafas? Di Kisaran ini saja sudah ada asap, macam mana pulak kalian di Pekanbaru itu," kata Ibu Arbaiti sebagaimana dituturkan Didi Kurnia kepada detikcom, Senin (14/9/2015).

Menurut Didi, ibundanya gelisah melihat saban hari kondisi Pekanbaru yang terpapar asap yang dilihatnya dari siaran televisi nasional. Selaku orang tua, hal yang wajar gelisah melihat kondisi anak dan cucunya yang terkepung asap.

"Ibunda saya, bolak balik telepon dalam sepakan ini menanyakan kabar kami sekeluarga. Dia minta agar kami mengungsi untuk sementara ke kampung halaman," kata Didi.

Urusan mengungsi memang kadang merepotkan warga. Apalagi bila anak-anak mereka berstatus sekolah. Memang saat ini sekolah diliburkan di Riau. Namun kalau dibawa pulang kampung, dikhawatirkan bila asap membaik mendadak sekolah kembali aktif akan merepotkan memboyong kembali.

"Kita tidak akan pernah tahu, kapan asap akan berakhir. Kalau tiba-tiba hujan, asap menipis, sekolah kembali masuk. Kalau anak-anak masih di kampung, kan kita repot menjemputnya," kata Didi.

Gelisahan sekolah inilah yang menjadi urusan rumit. Namun jangan khawatir, Dinas Pendidikan Pekanbaru sudah mengambil langkah terkait anak-anak murid yang libur.

Jika orang tua murid ingin memboyong anak-anaknya sementara sekolah di kampung halaman yang kondisi asapnya belum darurat dipersilahkan. Nanti pihak sekolah akan memberikan surat keterangan bahwa murid tersebut statusnya hanya pindah sementara selama kabut asap.

"Tidak masalah, kalau ada niat orang tua memindahkan anaknya sekolah di kampung halaman. Kita akan memberikan surat rekomendasi sementara agar mereka bisa belajar di tempat lain," kata Kadis Pendidikan Pekanbaru, Zulfadil kepada detikcom. (cha/dra)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini