Dari Panggung Munas, Presiden PKS Tawarkan Solusi Ekonomi untuk Indonesia

Dari Panggung Munas, Presiden PKS Tawarkan Solusi Ekonomi untuk Indonesia

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 14 Sep 2015 15:59 WIB
Dari Panggung Munas, Presiden PKS Tawarkan Solusi Ekonomi untuk Indonesia
Foto: Tifatul Sembiring
Jakarta - Sohibul Iman berpidato untuk pertama kalinya sebagai Presiden PKS di Munas ke-4 partai berlambang bulan sabit kembar itu. Dalam pidatonya, doktor ekonomi lulusan Jepang ini menawarkan solusi ekonomi ke pemerintah.

"Arah pembangunan ini harus jelas. Ke depan kita ingin Indonesia menjadi negara yang maju, berperadaban, punya harga diri, kreatif dan inovatif, dan punya daya saing tinggi terhadap negara-negara lain", kata Sohibul di arena Munas ke-4 PKS di Hotel Bumi Wiyata, Jl Margonda, Depok, Jawa Barat, Senin (14/9/2015).

Sohibul memaparkan, dari segi pendapatan, Indonesia saat ini masih berada di deretan negara papan tengah. Jika salah kelola, dari papan tengah, Indonesia bisa menjadi negara gagal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Ketua Komisi X DPR ini menyoroti situasi ekonomi Indonesia yang kian berat, khususnya di tingkat pertumbuhan ekonomi kuartal I yang hanya berkisar 4,6% dan nilai tukar rupiah yang melampaui angka Rp 14.000 lebih per US$ 1.


Pada sisi regional dan global, terjadi penurunan signifikan daya saing Indonesia. Pada sisi lain belum terlihat kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilainya membawa harapan dan perbaikan, baik di bidang kebijakan fiskal dan kebijakan industri yang memperlemah daya saing bangsa.

Sohibul mengkritik, selama setahun ini, rasio gini, ketimpangan ekonomi, naik dari 0,33 % menjadi 0,42%. Belum lagi kesenjangan makin nyata antara kawasan Indonesia Barat dan Indonesia Timur.

"Hari ini kita saksikan bersama, ekonomi Indonesia didominasi bahkan dikontrol oleh asing," ujar Sohibul.

Sohibul juga mewanti-wanti jangan sampai masalah ekonomi ini berkembang menjadi masalah sosial dan politik yang dapat merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI ini. "Kita sudah punya pengalaman pada tahun 1998, hampir saja Indonesia terpuruk menjadi negara gagal, dan pemicu awalnya adalah keterpurukan ekonomi," ajar Sohibul.

Namun, kata Sohibul, PKS tidak hanya pandai mengkritik. PKS juga menawarkan solusi.

"Kami mengajak pemerintah dan seluruh komponen bangsa untuk bekerja sama mengatasi persoalan yang melanda negeri yang kita cintai ini. Mari hidupkan kembali semangat kebersamaan dan gotong royong. Kita harus saling percaya satu sama lain, semua elemen, lintas suku, lintas ras, lintas agama, lintas pulau dari Sabang sampai Merauke," ulasnya.

Doktor ekonomi lulusan Jepang ini, menawarkan solusi untuk mengangkat nilai rupiah. Sohibul mengimbau pemerintah mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menggesa potensi ekonomi domestik, karena Indonesia tidak full dependent (bergantung penuh) kepada asing. Artinya volume ekspor-impor Indonesia tidak 100% dari total PDB-nya. Masih ada sekitar 40% porsi domestik yang bisa dikembangkan dengan cara menghilangkan kendala-kendala laju lalu lintas ekonomi domestik, dan memberi kemudahan-kemudahan berkembangnya produk lokal. Ini menyangkut regulasi dan kerja aparat lokal.

2. Presiden dan para pejabat tinggi negara diwajibkan ikut kampanye mengurangi belanja produk impor. Latah barang branded, hobi beli barang keluar negeri harus dihapus. Sebab, semua itu adalah pemborosan devisa negara yang mengakibatkan makin terpuruknya nilai tukar rupiah.

(tor/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads