Diminta Nonaktif, Fadli Zon Anggap PDIP Cs Tak Paham Prosedur

Diminta Nonaktif, Fadli Zon Anggap PDIP Cs Tak Paham Prosedur

Indah Mutiara Kami - detikNews
Senin, 14 Sep 2015 15:35 WIB
Diminta Nonaktif, Fadli Zon Anggap PDIP Cs Tak Paham Prosedur
Foto: @fadlizon
Jakarta - Beberapa anggota Fraksi PDIP, PKB, NasDem, PPP, dan Hanura yang melaporkan Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon ke Mahkamah Kehormatan Dewan meminta keduanya nonaktif. Fadli menganggap para pelapornya itu tidak paham prosedur.

"Itu tidak paham prosedur, peran. Kita sama-sama tahu DPR institusi politik. Tidak ada keharusan (nonaktif)," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2015).

Anggota DPR yang mengadukan Novanto-Fadli ke MKD pada Senin (7/9) adalah Charles Honoris (PDIP), Adian Napitupulu (PDIP), Diah Pitaloka (PDIP), Maman Imanulhaq (PKB), Akbar Faizal (NasDem), Amir Uskara (PPP), dan Budiman Sudjatmiko (PDIP). Ada pula Inas Nasrulloh Zubir (Hanura) yang juga disebut namun tidak hadir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait para pelapornya itu, Fadli balas melemparkan sindiran. Dia mempertanyakan alasan para anggota DPR itu sangat gigih mempermasalahkan pertemuannya dengan Trump, namun suara untuk rakyat dianggap tak terdengar.

"Mereka peduli masalah ini tp jarang kedengaran suaranya untuk rakyat. Selama ini tidak pernah kedengaran, tahu-tahu urusin Trump," sindirnya.

Soal pelaporan balik ke MKD, Fadli mengaku masih harus melihat kembali laporannya. Sementara itu, sekarang MKD sudah mengusut perkara yang dijadikan tanpa aduan itu.

Baik Fadli dan Novanto mengaku sudah mengkomunikasikan pertemuan dengan Trump ke fraksi dan ketum partai. Fadli menyebut Ketum Gerindra Prabowo Subianto tidak mempermasalahkan pertemuan itu.

"Saya komunikasi dengan Pak Prabowo. Saya sampaikan kronologi, kemarin bicara langsung. Tidak ada masalah dari ketum," ucap Waketum Gerindra ini.

Sebelumnya, PDIP cs yang melaporkan Novanto dan Fadli meminta keduanya nonaktif selama kasus diusut. Mereka meyakini kerja pimpinan DPR tetap tidak akan terganggu.

"Kita meminta sebaiknya selama proses MKD berjalan, pimpinan DPR tahu diri, nonaktif agar tidak ganggu proses," kata anggota F-PDIP Charles Honoris di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2015). (imk/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads