"Itu tidak paham prosedur, peran. Kita sama-sama tahu DPR institusi politik. Tidak ada keharusan (nonaktif)," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2015).
Anggota DPR yang mengadukan Novanto-Fadli ke MKD pada Senin (7/9) adalah Charles Honoris (PDIP), Adian Napitupulu (PDIP), Diah Pitaloka (PDIP), Maman Imanulhaq (PKB), Akbar Faizal (NasDem), Amir Uskara (PPP), dan Budiman Sudjatmiko (PDIP). Ada pula Inas Nasrulloh Zubir (Hanura) yang juga disebut namun tidak hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka peduli masalah ini tp jarang kedengaran suaranya untuk rakyat. Selama ini tidak pernah kedengaran, tahu-tahu urusin Trump," sindirnya.
Soal pelaporan balik ke MKD, Fadli mengaku masih harus melihat kembali laporannya. Sementara itu, sekarang MKD sudah mengusut perkara yang dijadikan tanpa aduan itu.
Baik Fadli dan Novanto mengaku sudah mengkomunikasikan pertemuan dengan Trump ke fraksi dan ketum partai. Fadli menyebut Ketum Gerindra Prabowo Subianto tidak mempermasalahkan pertemuan itu.
"Saya komunikasi dengan Pak Prabowo. Saya sampaikan kronologi, kemarin bicara langsung. Tidak ada masalah dari ketum," ucap Waketum Gerindra ini.
Sebelumnya, PDIP cs yang melaporkan Novanto dan Fadli meminta keduanya nonaktif selama kasus diusut. Mereka meyakini kerja pimpinan DPR tetap tidak akan terganggu.
"Kita meminta sebaiknya selama proses MKD berjalan, pimpinan DPR tahu diri, nonaktif agar tidak ganggu proses," kata anggota F-PDIP Charles Honoris di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2015). (imk/tor)











































