"Pagi tadi saya sudah berbicara dengan (Plt) Gubernur Riau dan jajaran Muspida Riau. Hari ini Provinsi Riau dinyatakan Darurat Asap," ujar Siti dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Senin (14/9/2015).
Siti mengatakan, terkait status tersebut, Plt Gubernur Riau sudah membuka posko-posko kesehatan di beberapa titik. Bahkan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei hari ini turun ke Riau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman telah menyampaikan hal yang sama. Pemprov Riau meningkatkan status tanggap darurat menjadi darurat asap akibat kebakaran lahan dan hutan.
Menurut Andi, saat ini kondisi pencemaran udara pada level berbahaya menyelimuti Pekanbaru, Kampar, Siak, Dumai, Rokan Holir dan Bengkalis.
"Kondisi pencemaran udara dalam hitungan empat hari terakhir pada level berbahaya. Karena itu kita menetapkan status darurat polusi udara," kata Andi di Posko Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin (14/9/2015).
Dengan status darurat udara, lanjut Andi, maka langkah yang diambil membangun posko kesehatan, tetap meliburkan sekolah, membatasi jam kerja.
"Kita membatasi jam kerja khususnya pada petugas yang kadang kerja sampai di luar jam dinas. kalau pengurangan jam kerjanya belum," kata Andi.
Di samping itu, kata Andi, pelayanan kesehatan khususnya Puskesmas yang bukan rawat inap, maka seluruhnya buka selama 24 jam.
"Penetapan darurat polusi udara akan kita sampaikan ke seluruh kabupaten dan kota di Riau. Sehingga kita minta seluruh warga Riau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan," kata Andi. (jor/hri)











































