"Ya kalo karpet merah itu biasa saja ya. Tamu saya kan banyak sekali. Presiden dari Turki, tamu-tamu dubes, seminggu tiga kali. Ya mau bagaimana. Nanti ini rusak. Mendingan sekaligus kotor dibersihkan," kata Novanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2015).
Lalu, apakah Novanto bermasalah dengan absennya karpet merah di Gedung Nusantara III?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Karpet itu dicopot sejak Kamis (3/9) lalu, saat Setya Novanto masih berada di Amerika Serikat untuk perjalanan dinas. Hingga hari ini, karpet merah tersebut belum pernah terpasang lagi.
Karpet itu sempat dipermasalahkan oleh Wakil Ketua MPR Oesman Sapta yang juga mendapat dukungan dari sejumlah anggota DPR. Pimpinan MPR lalu menyurati Sekjen DPR agar karpet merah dilepas.
Karpet merah itu terpasang sejak bulan April 2015 setelah pelaksanaan KAA parlemen. Karpet digelar dari pintu masuk ke arah lift yang biasa digunakan oleh pimpinan dewan. Ada pembatas di sepanjang karpet sehingga tak sembarang orang boleh melintas. (imk/tor)











































