Nursalim Sumpal Lubang Pintu Yoshimi dengan Aluminium Foil agar Macet

Pembunuhan WN Jepang

Nursalim Sumpal Lubang Pintu Yoshimi dengan Aluminium Foil agar Macet

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Senin, 14 Sep 2015 12:00 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya pagi ini melaksanakan rekonstruksi ulang pembunuhan WN Jepang, Yoshimi Nishimura, yang dibunuh oleh sekuriti bernama Nursalim di Apartemen Casa Grande, Jl Casablanca Raya, Jakarta Selatan. Ada 82 reka adegan yang dipraktikkan ulang oleh tersangka.

Pantauan detikcom di apartemen Casa Grande, Senin (14/9/2015), rekonstruksi dimulai pada pukul 09.30 WIB. Rekonstruksi dipimpin oleh Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krisna Murti.

"Ada 82 reka adegan, kejadiannya tanggal 14 September pukul 19.00 WIB malam. Kejadian itu hingga pukul 00.00 WIB, peristiwanya lama, yaitu 5 jam," ujar Krisna kepada wartawan usai rekonstruksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada 9 orang yang masuk ke dalam kamar korban untuk melaksanakan rekonstruksi tersebut.  Tujuh orang petugas, tersangka Nursalim dan satu orang wanita yang memerankan korban. Rekonstruksi dilakukan secara tertutup.

Dari 82 adegan rekonstruksi tersebut, 22 reka adegan dilakukan di luar kamar, yaitu di lobi resepsionis. "Adegan di luar mulai dari dia minta kartu akses lift (saat korban sedang bekerja di kantor), naik ke lantai 10 di kamar korban untuk menyumpal lubang kunci dengan alumunium foil hingga tersangka (setelah pulang dari kerja) kembali lagi ke lobi resepsionis (untuk minta bantuan sekuriti)," jelasnya.

Tersangka menyumpal lubang kunci itu agar korban tidak bisa membuka pintu dengan kunci sehingga korban minta bantuan ke lobi. Nursalim akhirnya bisa mendapat akses setelah bersama korban naik ke atas, kemudian membantu mengotak-atik lubang pintu sehingga pintu bisa terbuka. Setelah terbuka pelaku memaksa  masuk ke unit dan melancarkan maksud busuknya.

Selama rekonstruksi, tersangka Nursalim terlihat cukup kooperatif memperagakan reka adegan pembunuhan tersebut. Dengan kepala tertunduk, Nursalim menjelaskan dengan pelan satu per satu adegan kepada petugas kepolisian. (rii/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini