Gubernur Bali Keluarkan Surat Edaran Soal Goresan Misterius
Senin, 28 Feb 2005 11:46 WIB
Denpasar -
Gubernur Bali Dewa Made Beratha mengeluarkan surat edaran terkait maraknya goresan misterius (tapak dara). Masyarakat diminta tidak resah dan melakukan upacara ritual.Surat edaran bernomor No. 003.1/997/BKPP meminta masyarakat Hindu melakukan upacara di Merajan (pura keluarga), khayangan desa (pura desa) dan khayangan jagat (pura jagat nata) dan pura Agung Besakih dengan berbagai macam persembahan pada Kamis (3/3/2005) mendatang.Demikian disampaikan Gubernur Bali Dewa Made Beratha usai membuka rapat koordinasi pemantapan persiapan Pilkada di kantor gubernur Bali, Jalan Basuki Rahmat, Denpasar, Senin (28/2/2005)."Kami mengimbau kepada masyarakat Hindu untuk jangan resah. Mari introspeksi, mawas diri dan meningkatkan pengendalian diri jangan sampai Bali yang sudah kondusif panas lagi," kata Beratha.Menurut dia, goresan tapak dara hingga kini masih misterius. "Belum terungkap, kemarin kapolda bilang tanda tapak dara terbuat dari kapur mentah. Siapa pelakukanya belum jelas," ujarnya.Anda percaya itu gaib?"Jangan dihiraukanlah. Pokoknya kita percaya Bali aman," tandas Beratha.Surat edaran tersebut dikeluarkan berdasarkan hasil pertemuan Sulinggih (pertemuan agama) pada 27 Februari silam. Isinya, menyerukan umat Hindu untuk meningkatkan astiti bakti, memohon kepada Tuhan dengan menghaturkan upacara Yadnya yang dipersembahakan kepada Ida Bhatara Gunung Agung.
(aan/)










































