"Dapat namanya, hampir 2.000 (rusun) yang dimainin seperti itu. Kalau Rp 5 juta (sewa setahun) sudah dapat Rp 10 miliar," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2015).
Ahok mengatakan, banyak oknum yang membuat rekening bank dengan alamat yang berbeda dengan alamat KTP.Β "Makanya saya tekan kemarin. Saya tidak mau tahu siapapun yang punya rekening bank kalau alamatnya nggak sesuai rusun, diusir," ujarnya.
Ahok telah meminta Dinas Dukcapil mengecek pelanggaran itu. Ia mencontohkan ada warga Muara Baru yang mendapat rusun di Marunda. Namun kemudian, kata Ahok, yang bersangkutan pindah ke lokasi lain. Dengan begitu, warga tersebut mendapatkan uang dua kali yaitu penjualan rusun pertama dan rusun baru lagi. "Kita lagi mau bongkar Muara Baru masuk dari Cengkareng ke Muara Baru. KTP mana bisa. Jebakan batman saja saya biarin," tuturnya.
Ahok mengatakan permainan itu terjadi sejak tahun 2013 hingga tahun ini. Ahok menyebutnya mafia rusun. "Ini kayak mafia rusun. Polisi sudah tangkap tiga. Dulu kan susah cari kwitansinya, nggak ada yang mau ngaku. Nah kita tungguin kita pancing-pancing, ketangkap," tutup Ahok. (khf/aan)











































