Politisi Golkar Mahyudin setuju dengan usulan Yorrys Raweyai yang menginginkan Munas Luar Biasa (Munaslub) untuk menyatukan dua kubu yang terpecah. Munaslub diharapkan bisa secepatnya digelar agar Golkar bisa segera konsolidasi menyongsong Pemilu 2019.
"Perpecahan ini tidak baik buat partai Golkar. Kalau diharapkan ada munas gabungan, Munaslub ya segera, karena itu baik buat dua pihak agar tak terbelah," ujar Mahyudin di Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kan masih dalam gugatan di kepegurusan soal hukum. Ya mudah-mudahan dari pengadilan bisa inkrah sebelum akhir tahun ini sehingga ada kepastian hukum. Karena pada prinsipnya Golkar dua kepengurusan itu tidak baik buat Golkar," sebut Wakil Ketua MPR itu.
Mahyudin pun berharap agar dua sosok pimpinan, yaitu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie bisa legowo menyerahkan kursi nakhoda Golkar. Menurutnya, Golkar sudah harus regenerasi dan memprioritaskan kader muda.
Mahyudin merujuk pada partai-partai lain sudah melakukan kaderisasi kepemimpinan. Golkar mesti mencontoh, agar bisa tetap kompetitif di Pemilu 2019.
"Partai-partai lain sudah ada generasi, kaderisasi, para pemimpinnya sudah berganti. Golkar harus survive, harus bermetamorfosis," tuturnya.
(hty/tor)











































